Beri Sertifikat CPOB Vaksin Merah Putih, BPOM Berharap Bisa Produksi 2022

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan POM Penny K. Lukito memberikan keterangan penerbitan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Vaksin COVID-19 di Kantor Badan POM, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Badan POM mengeluarkan penerbitan EUA untuk vaksin Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dengan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen berdasarkan dari hasil uji klinik di Bandung. ANTARA/HO/Humas BPOM

    Kepala Badan POM Penny K. Lukito memberikan keterangan penerbitan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Vaksin COVID-19 di Kantor Badan POM, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Badan POM mengeluarkan penerbitan EUA untuk vaksin Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dengan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen berdasarkan dari hasil uji klinik di Bandung. ANTARA/HO/Humas BPOM

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan sertifikat Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practices (GMP) Fasilitas Fill and Finish kepada PT Biotis Pharmaceuticals untuk memproduksi bibit vaksin Covid-19. Vaksin buatan PT Biotis yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga ini merupakan bagian dari program vaksin Merah Putih yang tengah disiapkan pemerintah.

    Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan berbagai pendampingan telah dilakukan BPOM dalam penyiapan mulai dari desain fasilitas, inspeksi, desk consultation, pelaksanaan inspeksi hingga pelaksanaan perbaikan, untuk dapat mengeluarkan sertifikat CPOB bagi PT Biotis.

    "Jadi ini adalah bukan suatu yang mudah," kata Penny dalam konferensi pers daring sekaligus serah terima sertifikat CPOB kepada PT Biotis, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Penny mengatakan PT Biotis merupakan industri produksi vaksin manusia kedua di Indonesia setelah Bio Farma. Selama ini, Indonesia hanya bergantung pada Bio Farma dalam produksi vaksin. Selain memperkuat industri farmasi Tanah Air, hal ini juga diharapkan akan memperkuat kontribusi Indonesia dalam ekspor produk untuk memenuhi kebutuhan dari pasar global.

    "Itu pijakan sejarah yang harus kita banggakan, tentunya untuk memberikan inspirasi sehingga ke depan betul-betul kapasitas industri farmasi Indonesia semakin besar dan membanggakan," kata Penny.

    Saat ini, Vaksin Merah Putih yang dikembangkan PT Biotis adalah yang merupakan hasil pengembangan dari Universitas Airlangga (Unair). Penny mengatakan dari enam kandidat Vaksin Merah Putih yang tengah dikembangkan sejumlah pihak, vaksin yang dikembangkan Unair menunjukkan perkembangan paling maju.

    Vaksin Covid-19 itu menggunakan basis platform teknologi inactivated virus. Uji pra klinik tahap pertama pada hewan transgenik sudah diselesaikan. Saat ini, uji tahap kedua pada hewan Makaka tengah berlangsung.

    "Harapannya Vaksin Merah Putih produksi Unair dan Biotis adalah sekitar semester 1 tahun 2022 ini, kalau sesuai rencana," kata Kepala BPOM Penny.

    Baca juga: Kepala BRIN Beberkan Tiga Masalah Pengembangan Vaksin Merah Putih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.