Basarnas Kendari Berhasil Evakuasi 36 Pendaki Gunung Amonggedo

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR berusaha mengevakuasi wisatawan dan pendaki gunung yang tersesat dan terjebak di Sungai Lamesou, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin, 6 Juli 2020. Sebanyak 33 wisatawan dan 10 pendaki terpaksa dievakuasi karena tersesat dan terjebak derasnya arus sungai Lamesou. ANTARA/Humas Basarnas

    Tim SAR berusaha mengevakuasi wisatawan dan pendaki gunung yang tersesat dan terjebak di Sungai Lamesou, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin, 6 Juli 2020. Sebanyak 33 wisatawan dan 10 pendaki terpaksa dievakuasi karena tersesat dan terjebak derasnya arus sungai Lamesou. ANTARA/Humas Basarnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan Basarnas Kendari berhasil mengevakuasi puluhan mahasiswa usai mendaki Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Para pendaki gunung itu terjebak setelah menggelar upacara HUT ke-76 RI atau 17 Agustus di puncak. 

    Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan para pendaki dievakuasi saat hendak melewati aliran sungai kedua sekitar pukul 01.21 Wita. "Pada pukul 01.21 Wita korban berhasil ditemukan pada saat akan menyeberangi aliran sungai yang kedua dimana kondisi arus sudah memungkinkan untuk dilalui," ujar Aris, Rabu, 18 Agustus 2021. 

    Pada laporan sebelumnya, Basarnas mencatat ada sekitar 30 orang mahasiswa pecinta alam yang terjebak di Gunung Amonggedo. Setelah dievakuasi berjalan, ternyata jumlah pendaki sebanyak 36 orang.

    Mereka adalah Komunitas Pencinta Alam Sampara (Kompas) yang sebagian besar berstatus mahasiswa. "Seluruh korban yang berjumlah 36 orang berhasil dievakuasi dan tiba di posko Bendungan Ulubenua dalam keadaan selamat," tutur Aris.

    Para pendaki dilaporkan berada di Gunung Amonggedo sejak 16 Agustus 2021. Mereka berencana menggelar upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021. Namun, setelah upacara dan berniat kembali, para mahasiswa tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat curah hujan tinggi yang memicu aliran sungai meluap dan disertai arus deras.

    "Evakuasi para korban (pendaki gunung) berhasil dalam kondisi aman, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat di lapangan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," kata Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi.

    Baca juga: Gunung Raung Kembali Normal, PVMBG: Pendaki Jangan ke Puncak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.