Berdaya untuk Sesama ala Gusdurian di masa Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Gusdurian Jawa Timur membagikan sembako kepada warga Malang, khususnya yang terkena dampak Pandemi Covid-19. Foto: TEMPO| ABDI PURMONO

    Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Gusdurian Jawa Timur membagikan sembako kepada warga Malang, khususnya yang terkena dampak Pandemi Covid-19. Foto: TEMPO| ABDI PURMONO

    TEMPO.CO, Malang - Empat pria muda dan seorang pria muda duduk lesehan beralas tikar. Di dekat mereka banyak tumpukan lembaran kartun dan puluhan paket sembilan bahan pokok (sembako) untuk keluarga terdampak pandemi Covid-19.

    Mereka adalah pegiat kemanusiaan yang berhimpun dalam Gerakan Gusdurian Jawa Timur, sebuah gerakan masyarakat untuk mengikuti tuntutan dan prinsip kebangsaan Presiden Keempat Republik Indonesia, Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang keanggotaannya tak terbatas pada suku, agama, ras, dan golongan.

    Empat pemuda itu sejatinya berhimpun di Gusdurian Muda (Garuda) Malang. Sedangkan yang paling senior di antara mereka adalah Romo Yohanes Gani Sukarsono alias Romo Gani, Pastor Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A. Paulo, Kota Malang. Romo Gani dikenal di kalangan aktivis sebagai pastor yang acap membela kaum miskin dan rakyat tertindas.

    “Kami sekarang mau kirim sembako ke (kecamatan) Jabung (di Kabupaten Malang). Ada warga yang menjalani isoman (isolasi mandiri) di sana,” kata Romo Gani kepada Tempo di Posko Bersama Peduli Kemanusiaan Covid-19, Jalan Pepaya 1, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis, 12 Agustus 2021.

    Gerakan kemanusiaan itu berunsurkan antara lain Garuda Malang, Gerakan Pemuda atau GP Ansor, pemeluk agama Baha’i, Orang Muda Katolik (OMK), dan penghayat kepercayaan. Ketua Garuda Malang Ilmi Najib dipercaya jadi koordinator posko.

    Sedangkan penasihatnya tiga orang, yaitu Romo Gani, Pendeta Kristanto (Gereja Kristen Jawi Wetan), dan Mohammad Mahfur, dosen psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim atau UIN Malang.

    Romo Gani mengatakan gerakan kemanusiaan lintas agama itu sudah berlangsung sejak Maret 2020 atau awal pandemi Covid-19. Dulu gerakan berfokus pada ketahanan pangan keluarga dan fokus kegiatan diubah jadi penyaluran sembako sejak Januari 2021 hingga sekarang. Selain bagi-bagi sembako, Posko pun membagikan makanan gratis untuk pekerja ojek online, tukang becak, dan kaum miskin yang dijumpai di jalanan.

    Baik tahun lalu maupun tahun sekarang, gerakan kemanusiaan itu membawa misi menebarkan kedamaian, menjaga toleransi keberagamaan, dan merawat kebinekaan.

    Koordinator Posko Ilmi Najib mengatakan bantuan diprioritaskan untuk warga yang menjalani isoman. Namun Posko tetap menyalurkan bantuan kepada keluarga yang terdampak pandemi Covid-19. Lebih dari 500 paket sembako sudah dibagikan kepada warga yang sedang menjalani isoman, juga keluarga yang terdampak pandemi Covid-19, sejak Januari 2021 hingga pertengahan Agustus ini.

    “Prioritasnya memang untuk warga yang jalani isoman. Tapi anak yatim piatu dan keluarga duafa juga diberi bantuan,” ujar Najib, 29 tahun, alumni Jurusan Teknik Informatika UIN Malang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.