Pagi Ini, Basarnas Bergerak Evakuasi Pendaki Gunung Amonggedo yang Terjebak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR berada dalam perjalanan untuk mengevakuasi wisatawan dan pendaki gunung yang tersesat dan terjebak di Sungai Lamesou, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin, 6 Juli 2020. ANTARA/Humas Basarnas

    Tim SAR berada dalam perjalanan untuk mengevakuasi wisatawan dan pendaki gunung yang tersesat dan terjebak di Sungai Lamesou, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin, 6 Juli 2020. ANTARA/Humas Basarnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan Basarnas Kendari dipaksa menunggu pagi hari untuk mengevakuasi sekitar 30 mahasiswa pecinta alam yang terjebak usai melakukan pengibaran bendera Merah Putih di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Menurut rencana, Basarnas akan bergerak mengevakuasi para pendaki pada Rabu pagi, 18 Agustus 2021. Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi menyatakan tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) Kendari telah berada di kediaman Camat Amonggedo dan berkoordinasi dengan unsur yang terlibat untuk menilai jalur evakuasi.

    "Setelah assessment lokasi sampai pukul 00.06 Wita, tim memutuskan penjemputan akan dilaksanakan pagi hari pada pukul 06.00 Wita. Mengingat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai," ujar Aris.

    Basarnas mengatakan penjemputan para pendaki akan dibagi ke dalam 3 tim yang terdiri dari tim 1 berjumlah 20 orang, tim 2 berjumlah 10 orang, dan Tim 3 berjumlah 10 orang.

    Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara dan warga lokal. "Saat ini Tim SAR gabungan berposko di bendungan daerah itu," tutur Aris.

    Sebelumnya, puluhan mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo saat hendak turun usai pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 RI atau 17 Agustus.

    Para pendaki dilaporkan berada di lokasi itu sejak 16 Agustus 2021. Namun, setelah upacara bendera para pendaki tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras. "Untuk diketahui perjalanan menuju lokasi para mahasiswa pencinta alam harus melewati 3 sungai," ujar Aris.

    Basarnas Kendari yang menerima laporan itu pada pukul 20.00 WITA dari BPBD segera memberangkatkan tim penyelamat KPP Kendari menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan kepada para pendaki.

    Baca juga: HUT ke-76 RI, SBY: Badai Pandemi Pasti Berlalu, Pemerintah Penuhi Harapan Rakyat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.