Husein Mutahar, Penyelamat Sang Saka Merah Putih Saat Agresi Militer Belanda

Reporter

Husein Mutahar. Wikipedia

TEMPO.CO, JakartaHusein Mutahar merupakan salah satu tokoh dalam perjuangan Bangsa Indonesia yang banyak dikenal orang dengan lagu-lagu perjuangan yang ia ciptakan. Namun, selain menciptakan lagu-lagu perjuangan, Husein Mutahar pernah diperintahkan oleh Presiden Sukarno untuk menyelamatkan bendera pusaka merah putih yang dijahit oleh Fatmawati.

Awal kisahnya bermula saat itu Belanda sedang melancarkan agresi militer ke-2 di wilayah Indonesia. Diceritakan Sukarno dalam buku Bung Karno : Penjambung Lidah Rakjat karya Cindy Adms.

“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku ini. Dengan ini, aku memberikan tugas ini kepadamu secara pribadi. Dalam keadaan apapun, aku memerintahkan kepadamu untuk menjaga bender aini dengan nyawamu,” kata Sukarno kepada Husein Mutahar.

Saat itu serangan Belanda ke Yogyakarta dipimpin oleh Van Mook dan melibatkan banyak pesawat P-51 yang melintas rendah di wilayah Yogyakarta. Dalam tempo yang sangat singkat, wilayah Yogyakarta berhasil diduduki oleh Belanda serta pangkalan udara Maguwo direbut dan markas komando militer Indonesia dibom.

Setelah itu, Sukarno dan Hatta ditawan oleh Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka. Selain Sukarno dan Hatta, Mutahar dan beberapa staf dari tim kepresidenan juga ditawan dan ditahan di sel, tepatnya di Semarang.

Saat dalam tawanan Belanda, Mutahar berhasil melarikan diri dan menggunakan kapal berlayar menuju Jakarta. Sesampainya di Jakarta, Mutahar menginap di rumah Sutan Sjahrir dan juga ia kos di rumah Kapolri pertama, Sukanto Tjokrodiatmodjo.

Saat di Jakarta, Mutahar terus mencari informasi bagaimana caranya mengembalikan bendera pusaka tersebut kepada Sukarno. Beruntung, di pertengahan Juni 1948, Mutahar menerima pemberitahuan dari Sukarno supaya bendera tersebut dapat dikembalikan kepada presiden yang berada di Muntok, Bangka.

Sukarno meminta kepada Mutahar untuk mengembalikan bendera tersebut melalui Sudjono karena saat di tempat pengasingan, Sukarno hanya boleh dikunjungi oleh delegasi-delegasi khusus yang telah ditentukan. Sudjono menjadi salah satu anggota delegasi tersebut.

Setahun setelah serangan Belanda, Sukarno dan Bung Hatta Kembali ke Yogyakarta pada 6 Juli 1949,  dan kemudian pada 17 Agustus 1949 bertempat di Gedung Agung, bendera pusaka dikibarkan. Pada 1961, Husein Mutahar mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera karena jasanya dalam menyelamatkan Sang Saka Merah Putih.

EIBEN HEIZIER

Baca: Simak Bedanya Bendera Merah Putih Milik Indonesia dan Monako






Ratusan Bendera Gerindra Dicopot Satpol PP Depok di HUT ke-15 Partai Besutan Prabowo

5 jam lalu

Ratusan Bendera Gerindra Dicopot Satpol PP Depok di HUT ke-15 Partai Besutan Prabowo

Ketua Panitia HUT ke-15 Partai Gerindra Kota Depok Edi Masturo minta Pemkot Depok tidak tebang pilih.


Nama Muntok menjadi Mentok di Bangka Barat Tunggu Hasil Kajian, Tempat Bung Karno dan Bung Hatta Diasingkan

4 hari lalu

Nama Muntok menjadi Mentok di Bangka Barat Tunggu Hasil Kajian, Tempat Bung Karno dan Bung Hatta Diasingkan

Tunggu hasil kajian dari Pansus DPRD Bangka Barat, perubahan nama Muntok jadi Mentok. Ini tempat Bung Karno, Bung Hattam Sutan Sjahrir diasingkan.


Berwisata ke Bukittinggi Berkunjung Selain ke Jam Gadang

8 hari lalu

Berwisata ke Bukittinggi Berkunjung Selain ke Jam Gadang

Bukittinggi salah satu kota wisata populer di Sumatera Barat. Berikut lima destinasi wisatanya, termasuk Jam Gadang dan Museum Bung Hatta.


Cerita Rumah Fatmawati 'Tak Mau Dimadu' usai Presiden Sukarno Menikahi Hartini

18 hari lalu

Cerita Rumah Fatmawati 'Tak Mau Dimadu' usai Presiden Sukarno Menikahi Hartini

Rumah di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi salah satu saksi kehidupan Fatmawati, sebagai ibu negara.


Erick Thohir dan Megawati ke Sanur Perkuat Ikon Pariwisata Bali

21 hari lalu

Erick Thohir dan Megawati ke Sanur Perkuat Ikon Pariwisata Bali

Megawati Soekarno Putri dan Erick Thohir meninjau warisan Presiden Soekarno untuk memperkuat ikon pariwisata Bali


2 Presiden Indonesia yang Kerap Dilupakan: Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat

26 hari lalu

2 Presiden Indonesia yang Kerap Dilupakan: Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat

Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat adalah dua sosok yang pernag menjadu Presiden Indonesia. Sayang peran keduanya kerap dilupakan


Menteri Keamanan Israel Minta Polisi Singkirkan Bendera Palestina

28 hari lalu

Menteri Keamanan Israel Minta Polisi Singkirkan Bendera Palestina

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menginstruksikan polisi untuk mencopot bendera Palestina dari ruang publik.


Yogyakarta Pernah Punya Pasukan Hantu Maut, Siapa Mereka?

32 hari lalu

Yogyakarta Pernah Punya Pasukan Hantu Maut, Siapa Mereka?

Pada masa Belanda lakukan Agresi Militer II pada 1948, Yogyakarta pernah punya pasukan Hantu Maut yang bermaskas di Ndalem Pujokusuman. Siapa mereka?


Kisah Pasukan Hantu Maut Jaga Yogyakarta Selama Jenderal Soedirman Perang Gerilya

32 hari lalu

Kisah Pasukan Hantu Maut Jaga Yogyakarta Selama Jenderal Soedirman Perang Gerilya

Pasukan Hantu Maut melakukan gangguan-gangguan terhadap tentara Belanda di Yogyakarta, selama Jenderal Soedirman melakukan perang gerilya.


Mengenang 74 Tahun Lalu PDRI Sempat Berdiri dan Tujuan di Baliknya

45 hari lalu

Mengenang 74 Tahun Lalu PDRI Sempat Berdiri dan Tujuan di Baliknya

Mengenang pemerintahan darurat PDRI pasca penangkapan Soekarno-Hatta oleh Belanda