Refleksi HUT ke-76 RI, PDIP: Cairan Infus Masih Impor, Mental Birokrat Dijajah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam perayaan HUT ke-76 RI, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti soal pembangunan kemandirian di bidang kesehatan. Menurut Hasto, Indonesia masih perlu bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut.

    "Kini setelah 76 tahun kita merdeka, paracetamol saja kita masih impor. Infus, cairan infus, kita masih impor. Padahal kita mampu berdikari," kata Hasto  saat menyampaikan amanat dalam upacara bendera peringatan HUT ke-76 RI di Kompleks Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Selasa, 17 Agustus 2021.

    Menurut Hasto, hal itu terjadi karena kalangan birokrat masih memiliki mental terjajah. "Ada mental-mental di kalangan birokrasi yang masih terjajah kepentingan-kepentingan asing, sehingga lebih memilih produk-produk impor," ujarnya.

    Pandemi Covid-19 ini, ujar Hasto, seharusnya menjadi momentum untuk bangsa Indonesia berdirkari di semua bidang, termasuk kesehatan. Hasto menyebut, hal tersebut yang selalu digelorakan oleh Presiden RI Pertama Soekarno. Ia bercerita, suatu kali Presiden AS Gerald Ford pernah hendak membangun pabrik mobil di Indonesia. Namun, Bung Karno menolak.

    "Dengan bangga Bung Karno mengatakan, biarkanlah pabrik mobil itu nanti dibangun para insinyur-insinyur Indonesia yang akan kembali dari sekolah di luar negeri. Itu menunjukkan semangat berdiri di atas kaki sendiri," tuturnya.

    Untuk itu, lanjut Hasto, PDIP memberikan apresiasi dan penghormatan kepada para peneliti dan ilmuwan Indonesia seperti Indra Rudiansyah dan Carina Citra Dewi Joe yang turut andil dalam menemukan vaksin Astrazeneca. "Ini membawa kebanggaan bagi kita".

    DEWI NURITA

    Baca: Pimpin Upacara Kemerdekaan, Sultan HB X Singgung Soal PPKM dan Chaos


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.