Kisah Relawan Tim Kamboja, Sehari Bisa Memakamkan 14 Jenazah Akibat Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan tim Kamboja sedang menguburkan jenazah akibat Covid-19. Foto: istimewa

    Relawan tim Kamboja sedang menguburkan jenazah akibat Covid-19. Foto: istimewa

    TEMPO.CO, Semarang - Naibul Umam menjalankan aktivitas biasa sebagai relawan Muhammdiyah Covid-19 Command Center atau MCCC Jawa Tengah pada 25 Maret 2020 lalu. Pagi itu dia berada di markasnya Jalan Wonodri Sendang Raya Kota Semarang. Tiba-tiba ada informasi seorang pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Roemani meninggal. Umam diminta memakamkan.

    Berbekal pengetahuan tata cara penanganan jenazah Covid-19, dia bersama empat petugas lain memakamkan jenazah tersebut. Menumpang mobil jenazah dan mengenakan baju hazmat Umam mengantarkan jenazah ke Pemakaman. "Memakamkan pertama kali di Pemakaman Jangli Kecamatan Tembalang Kota Semarang," sebutnya pada Senin, 16 Agustus 2021.

    Sepulang dari pemakaman tersebut, melihat kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, Umam lantas mengumpulkan rekan-rekannya dan membentuk relawan Tim Kamboja. Tim itu bertugas memakamkan jenazah yang meninggal karena Covid-19. "Dipilih nama Kamboja karena identik dengan makam," kata lelaki berusia 48 tahun itu.

    Sejak saat itu, Tim Kamboja setiap hari membantu memakamkan jenazah Covid-19 khususnya dari Rumah Sakit Roemani. Umam menyebut, Tim Kamboja memiliki 18 orang anggota aktif. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, masing-masing enam personel.

    Namun, seiring terus melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Semarang, Tim Kamboja tak hanya melayani pemakaman saja tetapi juga pemulasaraan jenazah. Pasalnya, ketika sejumlah rumah sakit di Semarang penuh banyak warga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

    Menurut Umam, jumlah permintaan layanan pemakaman mengalami puncak pada Juni dan Juli tahun ini. "Paling banyak ada 14 jenazah yang kami makamkan," ungkap lelaki yang juga didapuk Ketua MCCC Jateng tersebut. Jumlah itu terdiri atas jenazah yang meninggal di rumah sakit maupun di rumah.

    Tim Kamboja siaga melayani pemakaman dan pemulasaraan jenazah selama 24 jam. Kadang mereka melayani pemakaman saat malam hari dan disertai hujan. Saat puncak pandemi lalu, sejumlah Tim Kamboja harus beristirahat karena kelelahan. "Ada yang harus off karena kecapean. Kalau sudah sehat masuk lagi," tuturnya.

    Umam bersyukur, kasus positif Covid-19 terus menurun. Sehingga anggotanya tak lagi berkejaran dengan waktu, seperti beberapa bulan lalu. Saat memakamkan, jenazah lain sudah mengantre. "Hari ini ada dua pemakanan," sebutnya.

    JAMAL A. NASHR

    Baca: Ini Syarat-Syarat Jika Ingin Jadi Relawan Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.