Beberkan Evaluasi PPKM, Luhut: Kami Belum Puas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan evaluasi PPKM Level 4, 3 dan 2 yang dilakukan sejak 7 Agustus hingga 16 Agustus 2021. Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengklaim, dalam kurun waktu 10 hari ke belakang, sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid-19.

    Di antaranya, ujar dia, tren kasus konfirmasi per tanggal 15 Agustus turun hingga 76 persen dan kasus aktif turun 53 persen dari titik puncaknya. Jumlah angka kesembuhan juga meningkat dan jumlah kematian terus mengalami penurunan. Namun, kata Luhut, pemerintah tidak akan cepat puas dengan hasil-hasil tersebut.

    "Pemerintah belum sepenuhnya puas dengan capaian di atas, untuk itu pemerintah akan terus bekerja menuntaskan dan keluar dari badai pandemi ini," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Senin, 16 Agustus 2021.

    Berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang  dilakukannya beberapa waktu lalu, Luhut menyebut masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan pada beberapa wilayah.

    "Oleh karena itu langkah-langkah intervensi telah diambil, antara lain dengan melakukan mobilisasi pasien-pasien isoman ke pusat-pusat isolasi dan memastikan ketersediaan obat serta oksigen concentrator, sehingga kami harapkan dalam minggu depan akan terjadi perbaikan yang signifikan terutama untuk wilayah Bali dan Malang Raya," ujar Luhut.

    Luhut juga menyebut tren penurunan terlihat pada angka positivity rate, perawatan pasien, kasus konfirmasi dan angka kematian pada hampir seluruh provinsi di Jawa-Bali. Kendati demikian, ujar Luhut, pemerintah saat ini masih waspada karena mobilitas masyarakat di Jawa dan Bali sebagian besar sudah kembali kepada kondisi normal, sama seperti sebelum kenaikan varian delta terjadi.

    "Hal ini mengindikasikan peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan dibanding pada awal bulan Juli lalu. Di satu sisi ini menunjukkan ekonomi pulih dengan cepat namun berisiko terhadap meningkatnya kasus pada 2 hingga 3 minggu ke depan jika kita tidak berhati-hati," tuturnya.

    Untuk itu, pemerintah memperpanjang PPKM Level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali sampai 23 Agustus 2021. Dalam penerapan perpanjangan PPKM seminggu ke depan terdapat tambahan kabupaten/kota yang masuk ke Level 3 sebanyak 8 kabupaten/kota, sehingga total kabupaten kota yang masuk dalam level 3 dan 2 mencapai 61 kabupaten/kota.

    Untuk tracing di Jawa-Bali, lanjut Luhut, berdasarkan laporan dari TNI/Polri rasio kontak erat sudah mencapai 5-6 orang untuk setiap 1 pasien positif. "Tentunya ini akan terus kami tingkatkan ke depannya. Apa yang kita capai dalam hal penanganan Covid-19 ini merupakan hal yang baik dalam menyambut hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 esok hari," ujar Luhut.

    DEWI NURITA

    Baca Juga: Luhut Sebut Aktivitas Ekonomi Dibuka September, Jika....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.