Prabowo Minta Intelektual Pelajari Cara Cina Hilangkan Kemiskinan 1 Generasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021. Rapat tersebut membahas strategi dan kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024 atau alutsista serta modernisasi alutsista. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021. Rapat tersebut membahas strategi dan kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024 atau alutsista serta modernisasi alutsista. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta para intelektual mempelajari strategi pemimpin Cina dalam menghilangkan kemiskinan satu generasi dalam 40 tahun.

    “Kita berharap saudara-saudara nanti akan mengkaji how did they do it. Bagaimana mereka bisa lakukan itu?” kata Prabowo dalam pidato kebangsaannya dalam memperingati 50 tahun CSIS Indonesia, Senin, 16 Agustus 2021.

    Ia menuturkan, 40 tahun yang lalu, Cina berada di bawah garis kemiskinan. Jika digambarkan dalam piramida, kata dia, hanya 1 persen yang berada di atas garis kemiskinan. Namun, dalam 40 tahun ini, Cina bisa membalik piramida tersebut. “Satu persen di bawah garis kemiskinan, 99 persen keluar dari situ,” katanya.

    Menurut dia, para pemimpin Cina konsekuen dan bekerja keras dalam menghilangkan kemiskinan. Mereka kerja keras merebut pengetahuan dan teknologi, mendidik rakyat dengan benar dan keras. Sehingga, kata Prabowo, terlihat didikannya itu berhasil dibuktikan dengan raihan puluhan medali emas oleh warganya. 

    Menteri Pertahanan ini mengatakan bahwa keberhasilan tersebut bisa dipelajari di Indonesia. Namun, bukan berarti harus mengikuti ideologi mereka. Sebab, ideologi apapun memiliki tantangan dalam memberikan kesejahteraan pada rakyat. 

    “Kalau datang ke ujung-ujung Indonesia hanya bicara Pancasila, tapi susah makan, enggak ada obat, dia telanjang, boro-boro berpikir Pancasila, dia mencari makan untuk besok dan lusa,” ujar Prabowo.

    Baca juga: Prabowo Sebut Presiden Jokowi Perintahkan Menteri All Out Hadapi Pandemi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.