PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi? Indonesia Bisa Berkaca ke India

Reporter

Pengendara melintas usai melewari pemeriksaan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) di pos penyekatan PPKM Level 4 Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa, 27 Juli 2021. Sebanyak empat titik penyekatan di Kota Depok tersebut bertujuan untuk menghalau pergerakan masyarakat. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan proses pelonggaran di New Delhi dan Mumbai bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 pada hari ini, Senin, 16 Agustus 2021.

“Tentu perbandingannya tidak bisa apple to apple, tapi proses pelonggaran lockdown di New Delhi dan Mumbai mungkin dapat jadi salah satu bahan pertimbangan untuk keputusan malam ini,” kata Tjandra dalam keterangannya.

Tjandra menjelaskan PPKM Darurat dimulai pada 3 Juli 2021 dengan kasus Covid-19 hari itu sebanyak 27.913 orang, dan rata-rata 7 hari sebanyak 23.270 orang, serta kematian akibat Covid-19 mencapai 493 orang dan rata-rata 7 hari 471 orang yang wafat.

Sesudah PPKM, puncak kasus Covid-19 terjadi pada 15 Juli dengan kasus positif hari itu sebanyak 56.757 orang dan rata-rata 7 hari adalah 44.145 orang. Sementara puncak angka kematian akibat Covid-19 terjadi pada 27 Juli, dengan rata-rata 7 hari adalah 1.519 orang yang wafat.

Pada 14 Agustus, kasus positif bertambah 28.598 orang dan rata-rata sepekan adalah 27.704 orang, serta kematian 1.270 orang dan rata-rata 7 hari 1.538 orang yang wafat. “Artinya jumlah kasus menurun di hari-hari ini sekitar separuhnya dari saat puncak kasus dalam waktu sekitar satu bulan,” katanya.

Tjandra kemudian membandingkan data kasus di India. Pada 8 Februari 2021, kasus baru di India sekitar 9.110 dan pada 8 April menjadi 131.968 orang.

Sesudah naik 10 kali lipat pada April, pemerintah India meningkatkan tes dan telusur kontak sampai 2,2 juta tes per hari. Vaksinasi juga ditingkatkan sampai 8 juta orang sehari. Karena penduduk Indonesia seperempat dari India, maka angka itu kira-kira analog dengan 550 ribu tes sehari dan 2 juta vaksinasi sehari.

Pemerintah India juga saat itu melakukan pembatasan sosial sampai lockdown. New Delhi, ibu kota India, menerapkan lockdown total pada 17 April 2021. Kota Mumbai memulainya pada 21 April, setelah sepekan sebelumnya memberlakukan jam malam, menutup mal, bioskop dan lain sebagainya.

Dengan berbagai kegiatan pembatasan itu, kata Tjandra, tentu kasus tidak akan langsung turun dan masih naik sampai 3 pekan lagi. India mencapai puncak kasus Covid-19 pada 6 Mei 2021, dengan kasus positif bertambah 414.188 orang sehari. Setelah 1 bulan, tepatnya pada 6 Juni, kasus baru Covid-19 mulai turun menjadi 100.636 orang.

Sesudah 2 bulan dari puncak kasus atau 6 Juli 2021, kasus baru di India menjadi 43.733 orang atau turun 10 kali lipat. Ketika kasus sudah turun sekitar hampir seperempat dari angka yang paling tinggi, Tjandra menuturkan beberapa kota di India mulai melonggarkan lockdown.

Pelonggaran di New Delhi, misalnya, dilakukan pada 31 Mei 2021 dengan istilah unlocking process setelah 1,5 bulan menjalani lockdown. Kemudian Mumbai pada 6 Juni 2021 juga mengumumkan pelonggaran dalam 5 tahap yang disebut sebagai 5 step unlock plan.

Senin ini, 16 Agustus 2021 kebijakan PPKM Level 4 akan berakhir. Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang PPKM selama sepekan, yakni pada 10-16 Agustus 2021 untuk wilayah Jawa-Bali. 

Baca juga: Epidemiolog Nilai Pidato Jokowi Cuma Retorika Soal Penanganan Covid-19

FRISKI RIANA






Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

5 jam lalu

Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

Washington meluncurkan kemitraan Amerika Serikat dengan India di bidang teknologi dan pertahanan untuk menandingi pengaruh Cina.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

6 jam lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Mengenal Bhutan, Negara Asia Selatan Yang Jarang Diketahui

6 jam lalu

Mengenal Bhutan, Negara Asia Selatan Yang Jarang Diketahui

Bhutan tempat magis yang diselimuti misteri dan menawarkan segalanya mulai dari panorama menakjubkan hingga situs spiritual dan sejarah panjang.


Ayah Crazy Rich India Anisha Patel Tuntut Fotografer Pernikahan Rp 1,1 Miliar, Ini Alasannya

8 jam lalu

Ayah Crazy Rich India Anisha Patel Tuntut Fotografer Pernikahan Rp 1,1 Miliar, Ini Alasannya

Amit Patel, ayah crazy rich India Anisha Patel menuntut seorang fotografer hingga Rp 1,1 miliar. Apa pasalnya?


Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

1 hari lalu

Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

Adani Group sedang menjadi sorotan karena dituduh melakukan penipuan akuntansi. Perusahaan itu dimiliki oleh orang terkaya di Asia, Gautam Adani.


Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

1 hari lalu

Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

Kasus harian yang muncul tak pernah melebihi tiga kasus dari seluruh temuan lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta.


3 Peluru Menembus Tubuh Mahatma Gandhi 75 Tahun Lalu, Siapa Pembunuhnya?

2 hari lalu

3 Peluru Menembus Tubuh Mahatma Gandhi 75 Tahun Lalu, Siapa Pembunuhnya?

Pada 30 Januari 1948 Mahatma Gandhi meninggal dunia setelah tiga peluru menembus tubuhnya. Sepuluh hari sebelumnya percobaan pembunuhan dilakukan.


Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

3 hari lalu

Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi bercerita soal kebijakan yang dia ambil di awal pandemi Covid-19 dengan tidak menerapkan lockdown.


Jet Tempur Sukhoi di India Tabrakan, 1 Pilot Tewas dan 2 Selamat

4 hari lalu

Jet Tempur Sukhoi di India Tabrakan, 1 Pilot Tewas dan 2 Selamat

Pilot Angkatan Udara India tewas saat pesawatnya tabrakan di udara ketika sedang menjalani latihan.


Pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 India Jatuh

4 hari lalu

Pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 India Jatuh

Sebuah pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 milik Angkatan Udara India jatuh di dekat Morena, Madhya Pradesh