Ini Makanan yang Disajikan Saat Perumusan Teks Proklamasi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung berswa foto dengan latar depan diorama perumusan naskah Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Menteng, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019. Museum tersebut merupakan bekas kediaman perwira Jepang Laksamana Muda Tadashi Maeda dan menjadi tempat perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah pengunjung berswa foto dengan latar depan diorama perumusan naskah Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Menteng, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019. Museum tersebut merupakan bekas kediaman perwira Jepang Laksamana Muda Tadashi Maeda dan menjadi tempat perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyusunan teks proklamasi merupakan salah satu momen penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Para tokoh bangsa seperti Soekarno, Hatta, Achmad Soebardjo, Sayuti Melik, Sukarni, dan lainnya berkumpul untuk merumuskan pernyataan kemerdekaan itu.

    Para tokoh ini berkumpul di kediaman perwira Angkatan Laut Jepang di Jakarta, Laksamana Maeda. Mereka tiba pada 16 Agustus 1945 sekitar pukul 22.00 WIB.

    Mengutip dari BBC, selama perumusan teks proklamasi, Maeda beristirahat di lantai atas. Dia memerintahkan ajudannya, Shigetada Nishijima, untuk mengawal para tokoh bangsa dan meminta kepala rumah tangga menyiapkan makanan dan minuman.

    Penyusunan naskah proklamasi berlangsung sepanjang malam dan baru selesai pada 17 Agustus 1945 sekitar pukul 03.00. Kebetulan momen ini bertepatan dengan 9 Ramadan 1936 Hijriah.

    Bung Hatta dalam bukunya yang berjudul Sekitar Proklamasi menceritakan jika mereka sempat diberikan makan sahur oleh asisten rumah tangga Laksamana Maeda, Satsuki Mishina.

    Makanan yang disiapkan oleh Mishina adalah nasi goreng, telur, dan ikan sarden. “Waktu itu bulan puasa dan sebelum pulang saya mendapatkan makan sahur di rumah Maeda,” tulis bung Hatta.

    Selepas sahur, para tokoh pulang dan berkumpul kembali di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 pukul 10.00 untuk membacakan teks proklamasi dan pengibaran bendera merah putih.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    Kronologi Penculikan Sukarno - Hatta Ke Rengasdengklok Sebelum 17 Agustus 1945


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.