Todung: Hukuman Satu Bulan Dipakai Istirahat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Menanggapi putusan Majelis Kehormatan Kongres Advokad Indonesia,  Todung Mulya Lubis mengaku kecewa dan tetap menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Namun, ia  dengan legowo menyatakan tetap menerima keputusan ini.

    "Karena ini adalah putusan banding yang saya minta, saya menerima putusan ini. Tetapi saya harus menekankan bahwa dalam pekerjaan profesional saya selama ini, saya tetap setia," ujar Todung di kantornya, Rabu (3/12).

    Todung menambahkan, waktu sebulan hukuman yang diputuskan Kongres, akan  dijadikan sebagai waktu cuti dan beristirahat. "Mungkin ini adalah momen yang tepat bagi saya untuk beristirahat, karena selama ini saya sudah bekerja 25 jam sehari," ujar Todung. Rencananya, pekerjaan yang sedang ia tangani diserahkan kepada rekannya yang lain. 

    Kongres Advokat Indonesia, wadah baru pengacara selain Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) menyatakan Todung Mulya Lubis  melanggar kode etik advokad. Kongres menjatuhkan hukuman pemberhentian sementara waktu selama 1 bulan 15 hari kepada pengacara senior itu.

    Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Kehormatan Dewan Kehormatan Pusat Kongres Advokat Indonesia, Kamal Firdaus di Hotel Le Meridien, Rabu (3/12).  Kongres berpendapat,  terjadi pelanggaran kode etik pada Todung saat mewakili kepentingan hukum Menteri Keuangan, dalam kasus  Sugar Group.

    CHETA NILAWATY 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.