Makanan Favorit Bung Karno, Sayur Lodeh dan Ikan Wader

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bung Karno saat membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1745. foto: IPPHOS

    Bung Karno saat membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1745. foto: IPPHOS

    TEMPO.CO, Jakarta - Abdul Ghafar Karim, Kepala Departemen Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM), menceritakan jika Bung Karno memiliki sejumlah makanan favorit. Makanan yang disukai tokoh kemerdekaan Indonesia ini merupakan kuliner khas nusantara.

    Dua dari banyak makanan yang disukai Bung Karno adalah sayur lodeh dan ikan kecil seperti ikan wader. Untuk urusan makanan, kata Ghafar, Bung Karno termasuk seniman dan memperhatikan estetika.

    Ia mencontohkan Bung Karno akan meminta disediakan nasi dingin dan sayur lodeh yang panas, bukan sebaliknya. "Jadi, saat disiramkan ke nasi, rasanya pas. Sebaliknya, kalau nasinya hangat, lodehnya dingin, akan menurunkan suhu yang justru diserap sayurnya. Prinsipnya, nasinya dihangatkan oleh sayur Ini tak terbanyangkan banyak orang," kata Ghafar dalam program 'Talkshow & Musik' BKNP PDIP dengan tema besar 'Bung Karno Series' seperti diberitakan Antara 21 Juni 2021.

    Selain itu, Bung Karno tidak menyukai kalau sayurnya diberi garam. Ia memilih menggarami makanannya sendiri. Menurut Ghafar, Bung Karno ingin menjadikan makanan sebagai cara untuk mengekspresikan keindahan.

    Bung Karno, kata Ghafar, sangat gemar untuk makan menggunakan tangan, termasuk saat menjamu pejabat asing. Hal ini pernah dilakukannya kala menerima duta besar Amerika Serikat. "Beliau sangat ingin membanggakan apa yang Indonesia punya, salah satunya cara makan menggunakan tangan," kata Ghafar.

    EIBEN HEIZER
    Baca juga: Peneliti LIPI Sebut Rekayasa Orde Baru Benturkan Bung Karno dan Bung Hatta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.