Kemenag Buka Seleksi Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan jamaah mendengar siraman rohani dari Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar sebelum melaksanakan salat tarawih berjamaah pada Senin malam, 12 April 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Ratusan jamaah mendengar siraman rohani dari Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar sebelum melaksanakan salat tarawih berjamaah pada Senin malam, 12 April 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama menggelar seleksi imam masjid untuk dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA). Pendaftaran dibuka pada 13-22 Agustus 2021 dan seleksinya dilakukan secara virtual pada 25-27 Agustus 2021

    Pengiriman imam masjid ini merupakan salah satu perwujudan hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan UEA. Seleksi imam masjid ini dilatarbelakangi kunjungan Presiden Jokowi ke UEA pada 2020. Putra Mahkota Syekh Zayed secara khusus meminta Indonesia mengirim 200 imam masjid untuk ditugaskan di sana. Menindaklanjuti permintaan tersebut,

    "Kami akan menjaring lebih banyak calon imam dari seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, dikutip Tempo dari laman Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Jumat, 13 Agustus 2021.

    Kamaruddin mengungkapkan pengiriman imam asal Indonesia ke UAE turut berkontribusi pada peningkatan kerja sama bilateral kedua negara sekaligus citra Indonesia.

    Pada 2020, Otoritas UAE telah memilih 28 imam asal Indonesia. Namun satu orang meninggal dan satu orang lainnya mengundurkan diri. Alhasil sebanyak 26 imam yang siap diberangkatkan. Sedangkan pada 2021 ini, Kemenag menargetkan sebanyak 74 imam untuk dikirimkan ke UAE.

    Syarat dan ketentuan calon imam masjid meliputi:

    1. Hafal Al-Qur'an 30 Juz
    2. Sehat jasmani dan rohani
    3. Menguasai ilmu tajwid (teori & praktik)
    4. Memiliki suara yang fasih dan merdu
    5. Dapat berkomunikasi dalam bahasa Arab
    6. Memahami hukum fiqih
    7. Tidak bergabung dalam partai politik
    8. Memahami retorika dakwah
    9. Mampu berkhutbah
    10. Berakhlak mulia
    11. Berfaham ahlussunnah wal jamaah dengan manhaj wasatiyyah
    12. Sudah menikah atau berusia minimal 25 tahun

    Pendaftaran dapat dilakukan melalui bimasislam.kemenag.go.id.

    Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri, mengatakan imam masjid asal Indonesia diminati karena mengikuti paham ahlussunnah wal jamaah dengan manhaj wasatiyyah (berpikir moderat). Menurut laman Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, ahlussunnah wal jamaah berarti kelompok ahli tafsir, ahli hadis, dan ahli fikih yang mengikuti dan berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah sahabat Nabi serta pemimpin setelahnya.

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: Belgia Usir Imam yang Sebarkan Ujaran Kebencian Terhadap LGBT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.