Mahfud Md Dialog dengan Ormas Islam, Ada Masukan Soal Komunikasi Pemerintah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja pada Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja pada Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md menggelar dialog virtual dengan 13 pimpinan ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jumat malam, 13 Agustus 2021. Dalam kesempatan itu, para pimpinan ormas Islam menyampaikan sejumlah masukan.

    Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, misalnya menyoroti soal komunikasi publik pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah. Ia berharap ada sosok yang bisa memberikan penjelasan dengan baik ihwal berbagai kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat.

    "Menurut saya, Pak Mahfud adalah orang yang punya kredensial untuk itu, jadi mohon pak, untuk terus menyampaikan kejelasan-kejelasan kepada masyarakat, bukan sekadar penjelasan," ujar TGB lewat keterangan tertulis yang dikirimkan Hubungan Masyarakat Kemenkopolhukam, Sabtu, 14 Agustus 2021.

    Pernyataan TGB didukung oleh pimpinan ormas Al-Ittihadiyah, Lukmanul Hakim. Menurut dia, figur Mahfud bisa diterima banyak kalangan karena merepresentasikan basis dari keormasan.

    "Barangkali mungkin setiap hal atau kasus-kasus yang utamanya terkait dengan wilayah bapak, kami sangat berharap bapak tampil menjadi solusi. Dengan memberikan informasi yang jelas dan terang, sehingga bisa diterima masyarakat," ujarnya.

    Mahfud mengatakan telah mencatat semua masukan, kritik, dan saran untuk menjadi salah satu pertimbangan kebijakan pemerintah ke depan.

    Kepada para pimpinan ormas Islam ini, Mahfud menjelaskan dalam berbagai kesempatan sering kali agama dijadikan alat untuk menolak kebijakan pemerintah. Untuk itu, ia intens safari virtual ke ormas keagamaan, pimpinan pesantren, dan para tokoh lintas agama. Tujuannya, mendengar berbagai keluhan dan masukan sekaligus memberikan penjelasan atas kebijakan pemerintah yang kerap menjadi pertanyaan masyarakat.

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menilai dialog pemerintah dengan ormas ini sangat penting  untuk menjaga persatuan nasional. Said mencontohkan, berbagai pertikaian yang terjadi di kawasan timur tengah antara lain terjadi karena di negara-negara itu tidak ada ormas yang besar yang bisa mempersatukan umat.

    “Di Indonesia, alhamdulillah kita memiliki ormas Islam yang punya peran penting, tidak hanya ikut mendirikan negara, tapi juga menguatkan dan mempersatukan umat dan anak bangsa dari berbagai latar belakang partai politik yang berbeda,” ujar Ketua Umum LPOI ini dalam pertemuan dengan Mahfud Md.

    Baca juga: Mahfud Md Sebut Tak Perlu Negara Islam, tapi Negara Islami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.