PAN: Lomba Karya Tulis BPIP Tidak Produktif, Temanya Jauh dari Konteks Sekarang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar lomba menulis artikel tingkat nasional, dalam rangka Hari Santri Nasional 2021. Hal ini dibagikan lewat akun Twitter BPIP, @BPIPRI, Rabu, 11 Agustus 2021.

    Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar lomba menulis artikel tingkat nasional, dalam rangka Hari Santri Nasional 2021. Hal ini dibagikan lewat akun Twitter BPIP, @BPIPRI, Rabu, 11 Agustus 2021.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai lomba karya tulis yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak produktif.

    “Tidak produktif karena diyakini tidak akan mampu meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila. Juga tidak kontekstual karena temanya sangat jauh dari kondisi kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia,” kata Saleh dalam keterangannya, Sabtu, 14 Agustus 2021.

    Saleh mengatakan, lomba yang bertema “Hormat Bendera Menurut Hukum Islam” dan “Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam” tidak urgent untuk dibahas. Sebab, sejak zaman perjuangan kemerdekaan, hormat bendera dan lagu kebangsaan tidak pernah dipersoalkan. “Para ulama dan para santri selalu menjunjung tinggi dan menghormati eksistensi bendera negara dan lagu kebangsaan,” katanya.

    Menurut Saleh, masih ada banyak tema yang lebih tepat untuk diajukan dalam perlombaan. Misalnya, tema tentang bantuan sosial di era pandemi dalam perspektif Pancasila, meneguhkan nilai persatuan dan gotong royong di masa pandemi, akses terhadap pelayanan kesehatan sebagai manifestasi keadilan sosial. Bisa juga mengungkap nilai-nilai spritualitas di balik pandemi Covid-19.

    “Meskipun temanya tidak spesifik menyebut kata santri, tetapi dipastikan bahwa para santri sangat menguasai tema-tema tersebut. Tinggal mencari referensi agar bisa diaktualisasikan sesuai dengan tema yang diminta,” kata Ketua Fraksi PAN DPR tersebut.

    Saleh menuturkan, BPIP sudah sering kali membuat polemik dan hiruk pikuk. Apalagi, bangsa Indonesia sedang fokus menghadapi Covid-19 dengan berbagai varian baru yang lebih agresif. Sudah semestinya, kata dia, berbagai program kementerian lembaga diarahkan pada upaya mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi. 

    "Solusi itu bisa bentuknya bantuan fisik. Bisa juga bentuknya pemikiran. Kalau soal hormat bendera dan lagu kebangsaan, ya tidak solutif. Sebab, itu tidak pernah dipersoalkan. Tidak perlu dicarikan solusi,” ucapnya.

    Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo mengatakan lomba semacam ini sering diadakan dalam memperingati hari-hari besar di Indonesia. Lombanya pun beragam. Mulai dari lomba pidato hingga lomba animasi.

    Namun karena kali ini yang diperingati adalah Hari Santri, maka tema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam' dipilih. Benny meyakini tema ini bisa memperkuat nilai kebangsaan dan nasionalisme.

    Benny juga menegaskan bahwa tema yang diangkat ini bukan untuk memperkeruh suasana ataupun bukan untuk membenturkan antara islam dengan Pancasila. "(Tema ini) tidak akan membenturkan agama dengan nasionalisme. Justru agama memperkuat nasionalisme. Kalau cinta tanah air, orang beriman itu orang yang cinta tanah air," kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP.

    Baca juga: Alissa Wahid Sebut Lomba Menulis BPIP Bertema Hormat Bendera dalam Hukum Islam Sudah Bagus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.