Makna Swa Bhuwana Paksa, Anak Panah dan Lidah Api dalam Lambang TNI AU

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kedua kanan) mengecek kesiapan prajurit saat upacara HUT TNI AU ke-75 di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Jumat 9 April 2021. Upacara tersebut dalam rangka memperingati HUT TNI Angkatan Udara ke-75 dengan tema Dilandasi Jiwa Ksatria, Loyal, Militan dan Profesional, TNI AU siap mendukung percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Dispenau

    Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kedua kanan) mengecek kesiapan prajurit saat upacara HUT TNI AU ke-75 di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Jumat 9 April 2021. Upacara tersebut dalam rangka memperingati HUT TNI Angkatan Udara ke-75 dengan tema Dilandasi Jiwa Ksatria, Loyal, Militan dan Profesional, TNI AU siap mendukung percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Dispenau

    TEMPO.CO, Jakarta - Swa Bhuwana Paksa merupakan lambang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau TNI AU berwujud burung garuda yang sedang merentangkan kedua sayapnya, dan mencengkram lima buah anak panah di atas perisai yang berlukiskan peta Indonesia.

    Berdasar laman resmi TNI Angkatan Udara di halaman tni-au.mil.id, setiap aspek dari burung garuda di lambang TNI AU memiliki masing-masing arti, yang dirincikan sebagai berikut ini:

    1. Figur Burung Garuda

    Figur Burung Garuda dengan struktur tubuh kuat, gagah, anggun, dan memiliki keberanian sering kali digunakan sebagai lambang keperwiraan, kejantanan, keberanian, kegagahan, dan lain sebagainya. Yang mana sifat-sifat tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi yang dijalankan TNI AU sebagai penegak kedaulatan di udara, dengan ciri khas kecepatan, jarak capai, dan kemampuan manuver.

    2. Pita

    Pita bertuliskan motto “Swa Bhuwana Paksa” berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti sayap tanah air. Kata sayap diartikan pula sebagai pelindung, yang menjadi semboyan sayap tanah air atau “Swa Bhuwana Paksa” sebagai wujud tugas TNI AU dalam mewujudkan pertahanan nasional di udara untuk melindungi keamanan, kemerdekaan, kedaulatan, integritas, maupun kepentingan NKRI.

    3. Anak Panah

    Pada lambang TNI AU, Burung Garuda digambarkan sedang mencengkram lima buah anak panah, yang mana dalam warisan nenek moyang panah menjadi salah satu senjata utama bagi ksatria di medan perang. Secara analogi, lima anak panah melambangkan lima tiang negara atau Dasar Negara Pancasila, kondisi inilah yang menunjukkan adanya perpaduan erat antara sistem senjata TNI AU dengan lima dasar NKRI.

    Cengkeraman lima anak panah juga memiliki makna bahwasannya TNI AU dengan alut sista udaranya dalam melaksanakan tugas selalu berpegang teguh pada lima dasar negara, yaitu Pancasila.

    4. Perisai

    Perisai bergambarkan peta Indonesia melambangkan bahwasannya TNI AU adalah perisai bagi negara, dan memiliki tugas mempertahankan keamanan nasional di udara NKRI.

    5. Lidah Api

    Lidah api berjumlah 4 dan 5 di sebelah kanan dan kiri perisai melambangkan angka keramat tahun 45, sebagai arti bahwa negara yang dilindungi adalah NKRI yang lahir dalam kancah api perjuangan revolusi 45, sesuai Pancasila dan UUD 1945.

    6. Manggar (Bunga Kelapa)

    Dalam kehidupan sehari-hari, pohon kelapa merupakan tumbuhan yang serba guna, mulai daun sampai akarnya. Manggar juga biasa dijadikan lambang keberuntungan atau kesejahteraan, oleh TNI AU, manggar dimaknai sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan NKRI.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Diperingati Setiap 29 Juli, ini Sejarah Hari Bhakti TNI AU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.