BOR RS 34 Persen, Ridwan Kamil Kejar Target Vaksinasi 400 Ribu per Hari

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meluncurkan program Vaksinasi Silih Tulungan di kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Senin (9/8/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meluncurkan program Vaksinasi Silih Tulungan di kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Senin (9/8/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penurunan kasus Covid-19 saat ini dimanfaatkan untuk menggenjot target vaksinasi Covid-19. “Pada saat kedaruratan sedang turun gunung kita kebut yang namanya vaksinasi sampai Desember. Sehingga kita berharap di bulan Januari 2021, tidak ada lagi kedaruratan, vaksinasi sudah tercapai, yang ada adalah adaptasi,” kata dia, Jumat, 13 Agustus 2021.

    Ia menjelaskan sejumlah indikator penyebaran Covid-19 di Jawa Barat relatif turun. Keterisian ruang isolasi (BOR) rumah sakti misalnya sudah menembus 34 persen. “Hari ini BOR Jawa Barat 34 persen, itu rekor terendah, mendekati rekor terendah 28 persen saat Idulfitri. Jadi sudah lewat puncak gunung kedaruratannya saat BOR kita 91 persen. Sekarang sudah turun, tinggal sepertiganya,” ujar dia.

    Pada Jumat, 13 Agustus 2021 Gubernur Jawa Barat membuka sentra vaksinasi di Gelora Saparua Kota Bandung yang akan melayani selama tiga hari. Targetnya 3 ribu dosis untuk peserta vaksin Covid-19 kelompok anak usia 12 tahun serta dewasa.

    Dia mengklaim saat ini kecepatan vaksinasi di Jawa Barat sudah menembus 147 ribu dosis per hari. “Tiga bulan lalu per harinya 50 ribu, hari ini sudah naik 3 kali lipat hampir 150 ribu. Tapi karena penduduknya paling banyak, kita harus ngejar 400 ribu per hari,”  kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

    Ia menuturkan target kecepatan vaksinasi 400 ribu dosis per hari tersebut untuk mengejar tenggat akhir tahun 2021. “Empat ratus ribu per hari itu sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat, itu syarat kami bisa selesai di bulan Desember,” kata dia.

    Ridwan lantas menyampaikan 2 cara untuk menggenjot kecepatan vaksinasi. Pertama ialah memaksimalkan infrastruktur pemerintah, seperti Puskesmas, klinik, rumah sakit.

    "Kedua mengajak pihak ketiga menyelenggarakan sentra-sentra vaksinasi. Nah, strategi kedua ini yang diperlihatkan melalui kolaborasi banyak pihak di Gelora Saparua ini,” tuturnya. 

    Gubernur Jabar mengatakan hingga hari ini Jawa Barat sudah mendapat 13 juta dosis vaksin Covid-19. Namun dia meminta pengiriman vaksin lebih banyak lagi, yakni 15 juta dosis per bulan untuk mengejar kecepatan vaksin 400 ribu per hari.

    “Yang diberikan per hari ini ada sekitar 13 juta dosis, yang sudah dihabiskan hampir semuanya, hampir habis. Dan kita tunggu tadi 15 juta dosis per bulan,” kata dia. 

    Mantan Wali Kota Bandung ini meminta pemerintah pusat mengirimkan vaksin dalam jumlah proporsional dengan jumlah penduduk. “Selama ini jumlah vaksin yang diberikan memang jumlah Jawa Barat paling banyak, tapi kurang proporsional, masih tertingginya itu tidak sesuai, harusnya berlipat-lipat,” kata dia.

    Ridwan Kamil menuturkan vaksinasi menjadi strategi untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.  “Karena Covid tidak akan hilang dari hidup kita, dugaan saya.

    Kendati demikian, jika sudah ada kekebalan komunal maka semua pihak tidak lagi berada dalam kecemasan dengan skala pandemi atau tertekan dari sisi ekonomi. 

    "Yang ada semua usaha boleh buka, sekolah boleh buka, tetapi tetap pakai masker, tetap 5M. Selama 5M dijaga, Insya Allah urusan apapun tetap produktif. Itulah hidup baru kita, mudah-mudahan di awal 2022. Makanya target terberat adalah memvaksin penduduk yang terbanyak di Republik ini,” kata Ridwan Kamil.

    Baca juga: Kemenkes Sebut Ada 3 Kelompok yang Bisa Disuntik Vaksin Moderna 

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.