Azyumardi Azra Prediksi Sikap Jokowi Bakal Gloomy Soal TWK Pegawai KPK

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kanan) Pakar Hukum Azyumardi Azra, Yusril Ihza Mahendra dan Refly Harun saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Oktober 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    (dari kanan) Pakar Hukum Azyumardi Azra, Yusril Ihza Mahendra dan Refly Harun saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Oktober 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta, Azyumardi Azra pesimistis Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil sikap dalam persoalan tes wawasan kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia memperkirakan babak akhir rangkaian TWK ini akan berakhir dengan sendu.

    “Proyeksinya gloomy, mendung, gelap,” kata Azyumardi dalam diskusi Indonesia Corruption Watch, Kamis, 12 Agustus 2021.

    Azyumardi mengatakan belum melihat petunjuk bahwa Jokowi akan mengambil keputusan mengangkat 75 pegawai yang dinyatakan tidak lolos menjadi ASN. Bila diibaratkan lorong gelap, Azyumardi mengatakan belum ada titik terang dari masalah ini. “Saya tidak melihat ada celah terang di situ,” kata dia.

    Sejarawan ini mencatat Presiden baru sekali berbicara mengenai persoalan TWK. Dalam pernyataannya, Jokowi meminta hasil tes wawasan kebangsaan tidak dijadikan satu-satunya dasar memberhentikan pegawai. Jokowi juga menyatakan setuju dengan pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengatakan alih status tak boleh merugikan pegawai.

    Namun, menurut Azyumardi, pernyataan Jokowi itu diabaikan oleh pimpinan KPK. Sejak itu Jokowi tak pernah lagi bersuara tentang TWK. Bahkan, setelah Ombudsman RI menyatakan terjadi potensi maladministrasi berlapis dalam pelaksanaan alih status pegawai di KPK. “Presiden Jokowi tidak melakukan apa-apa, diam seribu bahasa,” kata dia.

    Meski demikian, Azyumardi Azra berharap Jokowi akan mengambil sikap. Dia mengatakan bila tidak, pelemahan KPK ini akan menjadi warisan negatif dari masa kepemimpinannya. Menurut dia, pelemahan KPK sudah terlihat akibatnya, salah satunya banyaknya hukuman koruptor yang dikorting oleh pengadilan.

    Baca juga: Jokowi Beri Gelar Bintang Jasa pada Artidjo Alkostar hingga Tenaga Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.