Epidemiolog UNAIR Sebut Herd Immunity di Indonesia Masih Sulit Tercapai

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunggu antrian vaksinasi COVID-19 dalam program

    Warga mengunggu antrian vaksinasi COVID-19 dalam program "Serbuan Vaksinasi" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 26 Juni 2021. Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan TNI menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum yang ber-KTP DKI Jakarta guna mendukung pemerintah pusat merealisasikan 2 juta vaksinasi di bulan Agustus untuk mencapai "herd immunity". TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo,  mengatakan herd immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia masih sulit tercapai. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah efikasi vaksin yang digunakan di Indonesia tidak terlalu tinggi.

    “Secara teoritis, sangat sulit mencapai herd immunity. Sebab, efikasi vaksin yang dipakai tidak terlalu tinggi dan varian virus yang bermutasi semakin cepat dan ganas,” kata Windhu dalam suatu acara Focus Group Discussion (FGD), Kamis, 5  Agustus 2020.

    Windhu menjelaskan bahwa herd immunity bisa tercapai, sekalipun efikasi vaksin yang dipakai tidak terlalu tinggi. Namun, dengan catatan tidak ada mutasi virus yang lebih berbahaya. Windhu juga mengatakan bahwa cakupan vaksinasi tidak bisa cuma 70 persen, tetapi harus mencapai 100 persen.

    “Saya sudah menyampaikan di depan Menkes dan Menko Marves. Secara teoritis, kita sulit bahkan tidak bisa mencapai herd immunity, kalau cakupan vaksinasi hanya 70 persen. Cakupannya harus 100 persen,” katanya.

    Windhu juga menyatakan bahwa program vaksinasi tanpa diikuti penerapan prokes maka menjadi seuah usaha yang sia-sia.

    “Tidak bisa vaksin saja. Pencegahan tambahan tetap penting. Kombinasi vaksinasi dan prokes akan menawarkan keuntungan terbaik. Vaksinasi tanpa prokes, ya tidak bisa terlindungi. Apalagi saat ini belum semua penduduk divaksin,” ujarnya.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga: Epidemiolog UGM: Herd Immunity di Indonesia Sulit Terjadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.