Luhut Beberkan Capaian dan Evaluasi PPKM Level 4 di Jawa-Bali

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau Selter Isolasi Covid-19  Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Jumat, 6 Agustus 2021. Dok.istimewa

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau Selter Isolasi Covid-19 Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Jumat, 6 Agustus 2021. Dok.istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan capaian dan evaluasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di wilayah Jawa-Bali yang berlaku sejak Juli lalu hingga perpanjangan pada 2-9 Agustus 2021.

    Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengklaim, kebijakan pembatasan ini sudah menunjukkan hasil yang cukup baik. "Data menunjukkan penurunan laju kasus hingga 59,6 persen dari puncak kasus pada 15 Juli 2021 yang lalu," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Senin, 9 Agustus 2021.

    Selanjutnya, Luhut juga menyebut sudah ada tren penurunan kasus Covid-19 dan perawatan pasien rumah sakit di sejumlah wilayah aglomerasi, kecuali di Malang Raya dan Bali. "Pemerintah akan segera melakukan intervensi di kedua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus," kata Luhut.

    Ia menyebut laju kematian di Jawa-Bali juga semakin menurun, walaupun di masing-masing provinsi angkanya masih fluktuatif. Berdasarkan data Satgas Covid-19, hingga 9 Agustus. Kasus kematian akumulatif di Jawa Timur masih menduduki posisi tertinggi dengan 23.292 kasus. Selanjutnya, disusul Jawa tengah yang mencatat jumlah kematian 23.007 kasus hingga hari ini. Selanjutnya, Provinsi DKI Jakarta berada di urutan ketiga dengan jumlah kematian 12.812 kasus.

    Pemerintah akan membentuk tim khusus menangani wilayah-wilayah yang memiliki lonjakan kasus kematian yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

    Selain perkembangan kasus Covid-19, Luhut juga mengklaim pelaksanaan testing, tracing, dan treatment serta capaian vaksinasi semakin membaik.

    "Jumlah spesimen dan orang dites meningkat sangat signifikan hingga tiga kali lipat sejak Mei 2021. Dari sisi tracing, estimasi jumlah kontak erat yang di-tracing telah mencapai angka 1:6 dari target pemerintah yakni 1:10. Keterlibatan TNI dan Polri, mampu meningkatkan jumlah kontak erat yang berhasil di tracing," tuturnya.

    Dalam hal kecepatan laju vaksinasi, lanjut Luhut, sejumlah provinsi dan wilayah aglomerasi meningkat cukup signifikan, terutama di Provinsi DKI Jakarta yang sudah mencapai target 103 persen untuk suntik pertama dan 44 persen untuk suntik kedua.

    "Peningkatan laju vaksinasi harian yang cukup signifikan. Hal ini tentu saja akan membantu dalam hal upaya pengendalian pandemi Covid-19 akibat varian delta ini," ujar Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.