Jumlah Spesimen Kerap Menurun Jelang Masa Akhir PPKM, Apa Sebabnya?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berbicara dalam sebuah konferensi pers, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (ANTARA/Katriana)

    Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berbicara dalam sebuah konferensi pers, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (ANTARA/Katriana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus harian Covid-19 dalam menunjukan tren penurunan menjelang keputusan perihal lanjut atau tidaknya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun hal ini juga disebabkan oleh jumlah testing spesimen yang ikut menurun.

    Tercatat sejak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 3 Agustus 2021 lalu, spesimen yang diperiksa masih ada di angka 248.226. Saat itu penambahan kasusnya mencapai 33.900.

    Namun setelah itu, jumlah spesimen terus mengalami tren penurunan. Tercatat pada 4 Agustus jumlahnya menjadi 242.328, pada 5 Agustus 248.556, 6 Agustus 237.556, 7 Agustus 235.967, dan kemarin pada 8 Agustus hanya 166.764.

    Tren penurunan ini kerap terjadi saat memasuki masa akhir PPKM. Pada masa perpanjangan PPKM periode 26 Juli hingga 2 Agustus lalu, penurunan jumlah spesimen juga terjadi.

    Tercatat pada 27 Juli, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 270.434. Setelah sempat meningkat pada 28 Juli menjadi 277.809, angkanya terus menurun selama lima hari berturut-turut hingga 2 Agustus, yakni masing-masing 262.954, 252.184, 241.765, 178.375, dan terakhir 151.216.

    Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito tak dapat memastikan penyebab tren penurunan jelang PPKM berakhir ini. Meski begitu, ia menduga masih terdapat sejumlah kelemahan dalam input data spesimen dari lapangan.

    "Kemungkinan masih terdapat kekurangan dalam pencatatan dan pelaporan data Covid-19. Namun pemerintah terus berupaya meningkatkan operabilitas data demi penanganan Covid-19 yang efektif dan lebih signifikan dampaknya," kata Wiku.

    Jumlah spesimen ini menjadi tolak ukur penambahan kasus positif yang ditemukan pemerintah setiap harinya. Penambahan jumlah kasus positif, merupakan salah satu indikator dari pertimbangan keberlanjutan PPKM di tengah masyarakat.

    Meski trennya cenderung menurun setiap jelang akhir masa PPKM, namun pemerintah pada akhirnya selalu memutuskan memperpanjang PPKM. Tercatat sudah 3 kali pemerintah memperpanjang regulasi pembatasan sosial ini pasca PPKM Darurat selesai pada 20 Juli 2021 lalu.

    Baca: Anggota DPR Perkirakan PPKM Masih akan Diperpanjang, Hanya Naik-Turun Level


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.