Pantau Penyaluran Beras Bansos, Risma: Kalau Ada yang Rusak, Langsung Ganti Baru

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini akan memperkuat layanan dapur umum dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melibatkan pilar-pilar sosial, salah satunya Karang Taruna. Hingga saat ini, pengelolaan dapur umum masih membutuhkan banyak tenaga untuk memproduksi ribuan makanan siap saji.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini akan memperkuat layanan dapur umum dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melibatkan pilar-pilar sosial, salah satunya Karang Taruna. Hingga saat ini, pengelolaan dapur umum masih membutuhkan banyak tenaga untuk memproduksi ribuan makanan siap saji.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma memantau penyaluran bantuan sosial berupa beras (BSB) untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Mensos Risma mengaku menerima laporan beberapa kasus soal kualitas beras kurang baik.

    "Memang ada beberapa kasus dimana kualitas beras kurang baik, tapi itu volumenya kecil dibandingkan dengan total beras yang kualitasnya baik. Kalau pun ada yang rusak misalnya, langsung diganti dengan yang baru," kata Risma lewat keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2021.

    Risma menyebut, penyaluran beras bansos ini melibatkan sejumlah instansi sesuai dengan penugasan yang telah ditetapkan. Untuk bansos beras 10 kg, Kemensos berperan menyerahkan data penerima bantuan kepada Kementerian Keuangan. Sementara beras dan penyalurannya oleh Perum Bulog. Sementara untuk bansos beras 5 kg, distribusinya menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas sosial.

    "Dinas sosial juga berwenang memastikan kualitas beras jenis medium dalam kondisi baik pada saat diterima masyarakat," kata Risma.

    Untuk itu, lanjut Risma, Dinas sosial juga berwenang untuk langsung meminta ganti kepada penyedia, bila kualitas beras kurang bagus.

    Sebelumnya, kasus bansos beras berkutu ditemukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada 4 Agustus lalu. Pada hari yang sama, Kemensos mengirim 3.000 paket beras pengganti dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa hari kemudian, bansos beras mirip gumpalan batu juga ditemukan di Pandeglang, Banten. Bansos tersebut kemudian ditarik seluruhnya dan diganti dengan yang baru.

    Terkait hal tersebut, Risma menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sikap responsif pemerintah daerah bersinergi dengan pilar-pilar sosial seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang bergerak cepat mengganti beras yang rusak.

    Pemerintah mendistribusikan beras bansos selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Bansos beras 10 kg disaluran kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, 10 juta KPM Bantuan Sosial Tunai (BST), dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako. Adapun untuk bansos beras 5 kg disalurkan untuk 5,9 juta pekerja informal di Jawa-Bali yang terdampak PPKM dengan data usulan pemerintah daerah.

    DEWI NURITA

    Baca: Kemensos Kirim 3.000 Paket Pengganti Beras Bansos Berkutu di Bangkalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.