PDIP Sebut Pemasangan Baliho Puan Maharani Berdampak pada Elektoral

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk Puan Maharani

    Spanduk Puan Maharani "Kepak Sayap Kebhinekaan". Foto/twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto mengatakan pemasangan baliho bergambar Puan Maharani berdampak pada elektoral partai. “Saya berpendapat iya,” kata Utut dalam wawancara dengan Tempo, Senin, 9 Agustus 2021.

    Utut mengatakan, PDIP memiliki langkah tersendiri untuk meningkatkan elektoralnya. Misalnya, dengan vaksinasi, bantuan sosial, bisa juga memasang baliho. Yang penting, kata Utut, melangkah dengan benar. “Kan, ada branding yang perlu diperhatikan,” katanya.

    Utut sendiri memasang 10 baliho bergambar Puan di tiga kabupaten daerah pemilihannya yaitu Jawa Tengah VII yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Inisiatif tersebut bahkan sudah dilakukan 1 bulan sebelum anggota fraksinya memasang secara serentak pada 15 Juli 2021.

    Menurut dia, tidak ada yang dirugikan dengan pemasangan baliho tersebut. Sebab, negara juga diuntungkan karena ada pemasukan dari pajak pemasangan baliho tersebut.

    Belakangan ini, baliho Puan Maharani memang mulai ramai bertebaran di sejumlah daerah. Di media sosial, baliho Puan yang salah satunya bertuliskan "Kepak Sayap Kebhinekaan" itu banyak diperbincangkan warganet. Beberapa bahkan membuat meme dari baliho tersebut.

    Baca juga: PDIP Bantah Pasang Baliho Puan Maharani untuk Kampanye Pilpres 2024


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.