PDIP Bantah Pasang Baliho Puan Maharani untuk Kampanye Pilpres 2024

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk Puan Maharani

    Spanduk Puan Maharani "Kepak Sayap Kebhinekaan". Foto/twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul membantah pemasangan baliho bergambar Puan Maharani untuk kampanye Pemilu 2024.

    “Ada enggak bentuk kampanye di situ? Kami tidak menyebutkan soal 2024,” kata Bambang dalam wawancara dengan Tempo.

    Bambang mengatakan, pemasangan baliho tersebut sebagai bentuk kebanggaan bahwa Puan merupakan perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR. “Dari 23 Ketua DPR baru kali ini, ini satu-satunya wanita. Kami bangga lah. Ini harus dilaksanakan sungguh-sungguh, serentak,” kata Ketua DPD PDIP Jawa Tengah tersebut.

    Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Utut Adianto juga mengatakan pemasangan baliho tidak dalam rangka kampanye sebagai calon presiden. Sebab, keputusan ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

    “Kalau kampanye untuk beliau jadi presiden kan salah makan obat. Hak itu ada di ketua umum. Ibu nanti yang pilih,” ujar Utut.

    Belakangan ini, baliho Puan Maharani memang mulai ramai bertebaran di sejumlah daerah. Di media sosial, baliho Puan yang salah satunya bertuliskan "Kepak Sayap Kebhinnekaan" itu banyak diperbincangkan warganet. Beberapa bahkan membuat meme dari baliho tersebut.

    Menurut Bambang dan Utut, pemasangan baliho bermula dari pembicaraan dalam rapat pimpinan fraksi PDIP di DPR. Anggota fraksi setuju rencana memasang baliho Puan Maharani selama dua bulan sejak Juli hingga September.

    Baca juga: PDIP Cerita Ide Awal Pemasangan Baliho Puan Maharani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.