Ini Alasan Pemerintah Memperpanjang PPKM Setiap Pekan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jodi Mahardi. Twitter.com

    Jodi Mahardi. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebanyak tiga kali. Perpanjangan yang bersifat mingguan ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan.

    Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, mengatakan yang menjadi pertimbangan utama adalah indeks kesehatan, ekonomi dan dinamika sosial.

    "Hal ini tentunya menjadi hal yang dapat berubah di waktu yang sangat cepat. Maka kami harus melihat langkah-langkah dan mengevaluasi secara berkala tiap minggunya berdasarkan acuan WHO yang kami ikuti," kata Jodi saat dihubungi Tempo, Ahad, 8 Agustus 2021.

    Pemerintah pertama kali menerapkan PPKM Darurat pada 3 Juli lalu yang berlangsung selama 3 minggu hingga 20 Juli. Setelah itu, perpanjangan dengan nama PPKM Level 4 dilakukan sebanyak 3 kali, yakni pada 21 Juli - 25 Juli, 26 Juli - 2 Agustus, dan 3 Agustus - 9 Agustus.

    Besok, masa perpanjangan ketiga PPKM akan berakhir. Jodi mengatakan belum ada kepastian apakah PPKM akan kembali dilanjutkan atau tidak. Meski kondisi penanganan Covid-19 di Jawa Bali sudah cukup terkendali, namun ia mengatakan kondisi di luar Jawa Bali justru mengalami peningkatan.

    "Untuk itu Pemerintah akan hati-hati dalam melakukan penyesuaian terhadap masing-masing sektor," kata Jodi.

    Ia mengatakan keputusan akhir perpanjangan PPKM Level 4 akan dilakukan atau tidaknya akan diputuskan besok, alias di akhir masa perpanjangan ketiga.

    Baca: Jokowi Minta Pergeseran Lonjakan Covid-19 ke Luar Jawa-Bali Direspons Cepat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.