Survei New Indonesia: Demokrat Melejit, Dekati Gerindra dan PDIP

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menempatkan Partai Demokrat pada posisi tiga besar. Partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono itu menggeser Partai Golkar dan hanya berselisih tipis dari Partai Gerindra di urutan kedua.

    "Jika tren elektabilitas Demokrat terus meningkat, maka sangat mungkin menyalip Gerindra maupun PDIP," kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono mengutip Antara, Minggu, 8 Agustus 2021. Ia memprediksi jika tren tersebut terus naik, tak menutup kemungkinan Demokrat unggul pada Pemilu 2024. 

    Ia mencatat tren elektabilitas Demokrat terus mengalami kenaikan signifikan sejak survei dilakukan Februari 2021. Semula perolehan elektabilitas partai berlambang Mercy tersebut hanya di kisaran tiga persen, namun melonjak menjadi delapan persen. "Kini elektabilitas Demokrat kembali naik mencapai 10,1 persen membayangi Gerindra yang meraih elektabilitas 10,4 persen," kata Andreas.

    Posisi pertama masih ditempati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meski demikian, tren partai yang dipimpin Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri ini mengalami penurunan selama setahun terakhir. Pada survei sebelumnya, PDIP masih memegang elektabilitas di kisaran 20 hingga 30 persen. "Kini angkanya turun menjadi 19,8 persen," kata Andreas. 

    Tidak hanya PDIP dan Gerindra, Golkar yang juga partai koalisi pemerintah mengalami penurunan elektabilitas menjadi 7,3 persen dan merosot ke posisi empat.

    Survei New Indonesia Research & Consulting digelar pada 21-30 Juli 2021. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Untuk margin of error sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Andreas menilai manuver Demokrat yang berada di luar pemerintahan berhasil mencitrakan diri sebagai oposisi utama. Berbeda dengan Demokrat, elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga partai oposisi hanya memperoleh 4,8 persen.

    "Demokrat berhasil melawan upaya kubu Moeldoko untuk membelah internal partai. Sementara PKS dibayang-bayangi oleh Gelora yang bisa dianggap sebagai sempalan PKS," tutur Andreas.

    Gelora sebagai partai politik baru mulai menunjukkan taringnya dengan meraih elektabilitas 1,1 persen. Partai baru lainnya yang dipimpin Amien Rais, yakni Partai Ummat memperoleh elektabilitas sebesar 1,7 persen dibandingkan posisi pendahulunya, Partai Amanat Nasional (PAN) yakni 1,2 persen.

    Pada posisi papan tengah diduduki oleh Partai Kebangkitan Bangsa 5,7 persen, Partai Solidaritas Indonesia 5,3 persen, NasDem 3,5 persen, dan Partai Persatuan Pembangunan sebesar 2,0 persen. Sedangkan untuk posisi bawah, berdasarkan survei New Indonesia Research & Consulting, elektabilitas Perindo hanya 0,7 persen, Hanura 0,5 persen, Berkarya 0,4 persen, dan lainnya 0,3 persen.

    "Sisanya tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 25,2 persen," kata Andreas ihwal survei yang mencatatkan kenaikan elektabilitas dari Partai Demokrat.

    Baca juga: LSI: 73,8 Persen Responden Yakini Ada Potensi Penyimpangan Duit Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.