Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali Naik, 5 Daerah Dapat Sorotan Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 17 Juni 2021. Presiden meminta Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor untuk rutin menggelar vaksinasi massal di stadion tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat terutama para pelaku usaha, tokoh agama, dan tenaga pendidik. ANTARA FOTO/Prayoga

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 17 Juni 2021. Presiden meminta Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor untuk rutin menggelar vaksinasi massal di stadion tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat terutama para pelaku usaha, tokoh agama, dan tenaga pendidik. ANTARA FOTO/Prayoga

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberi arahan pada jajarannya agar lebih responsif dalam menanggulangi kenaikan kasus Covid-19 di luar Jawa dan Bali. Jokowi mengatakan terjadi kenaikan signifikan di beberapa daerah.

    "Per 6 Agustus naik lagi 21.374 kasus. Ini sudah 54 persen dari total kasus baru secara nasional. Hati-hati kenaikan dalam 2 minggu ini," kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Topik Evaluasi Perkembangan dan Tindak Lanjut PPKM Level IV, Sabtu, 7 Agustus 2021.

    Jokowi terutama menyoroti kenaikan kasus di 5 daerah, yakni Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat, dan Riau. Hingga 5 Agustus kemarin, kasus aktif di Kaltim telah mencapai 22.529, Sumut 21.876, Papua 14.489, Sumbar 14.496, Riau 13.958.

    Pada Jumat, 7 Agustus 2021 angka kasus Covid-19 di Sumut melonjak naik jadi 22.892. Di Riau kasusnya juga bertambah jadi 14.493, dan di Sumbar meningkat jadi 14.712.

    "Yang turun saya lihat Kaltim dan Papua. Tapi hati-hati, ini saya lihat selalu naik dan turun," kata Jokowi.

    Jokowi meminta para kepala daerah agar dapat langsung merespons cepat situasi semacam itu jika terjadi lagi. Yang harus dilakukan pertama adalah dengan langsung membatasi mobilitas masyarakat.

    "Kalau kasusnya gede seperti itu, aktivitas masyarakatnya direm. Yang paling penting gubernur harus tahu, Pangdam tahu. Mobilitas yang harus direm paling tidak 2 minggu," kata Jokowi.

    Setelah itu, Jokowi meminta Panglima TNI untuk semakin menggencarkan testing dan tracing. Jokowi menegaskan kedua hal ini sangat terkait dengan kecepatan, agar para pasien positif atau suspect tidak berkeliaran dan menyebarkan virus yang mereka bawa.

    Jokowi juga berpesan pada para Kepala Daerah untuk menyiapkan lokasi isolasi terpusat di wilayah masing-masing. Berbagai sarana umum seperti sekolah, balai, gedung olahraga, ia minta dialihfungsikan jadi lokasi isolasi terpusat bila memang dibutuhkan.

    "Dan saya minta Menteri PU untuk bantu daerah untuk menyiapkan isoter ini. Terutama di daerah yang harus segera merespon angka-angka yang ada," kata Jokowi ihwal kenaikan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali.

    Baca juga: 3 Langkah Jokowi Sikapi Kenaikan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.