Daftar Aplikasi yang Tidak Bisa Diakses Internet Gratis Kemendikbud-Ristek

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan akses internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta di Balai RW 02, Galur, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2020.  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merekomendasikan sejumlah usulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengubah sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terkait adanya tiga siswa yang mengakhiri hidupnya diduga lantaran depresi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Sejumlah siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan akses internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta di Balai RW 02, Galur, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2020. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merekomendasikan sejumlah usulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengubah sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terkait adanya tiga siswa yang mengakhiri hidupnya diduga lantaran depresi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbud-Ristek resmi memperpanjang program bantuan kuota internet gratis. Subsidi ini akan disalurkan kepada 26,6 juta siswa, mahasiswa, dan tenaga pengajar selama paruh semester tahun ajaran 2021/2022 pada September, Oktober dan November mendatang.

    Besaran dan masa berlaku kuota internet gratis yang diberikan oleh Kemendikbud Ristek masih sama dengan bantuan periode sebelumnya, yakni 7 GB per bulan untuk PAUD, 10 GB per bulan untuk SD, SMP dan SMA, 12 GB per bulan untuk tenaga pengajar jenjang PAUD hingga SMA, dan 15 GB per bulan untuk mahasiswa dan dosen.

    Bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud-Ristek ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar jarak jauh selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Untuk itu, Mendikbud Ristek Nabiel Makarim mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo untuk memblokir sejumlah aplikasi agar paket internet hanya dapat digunakan untuk mengakses aplikasi pembelajaran.

    “Kami juga memiliki kuota umum yang memberikan akses ke semua laman dan aplikasi kecuali yang diblokir Kominfo dan tidak tercantum dalam situs pembelajaran,” terang Nabiel Makarim.

    Berikut ini aplikasi media sosial, game online, dan aplikasi multimedia yang tidak bisa diakses menggunakan kuota internet gratis dari Kemendikbud-Ristek.

    Bagi siswa, mahasiswa, maupun tenaga pengajar, dipastikan tidak dapat mengakses layanan media sosial menggunakan kuota internet gratis dari Kemendikbud-Ristek. Aplikasi media sosial yang diblokir Kominfo yaitu Facebook, Instagram, Twitter, Snackvideo, Snapchat, Tinder, Bigolive, Pinterest, Periscope, Vkontakte, Badoo, Tumblr, YY, dan Vive.

    Selain aplikasi media sosial di atas, Kominfo juga memblokir sejumlah aplikasi game online, yaitu Mobile Legends, PUBG, Garena AOV, Garena, Garena Free Fire, Clash Royale, Clash of Kings, Lineage Revolution, Crisis Action, Fifa Mobile Football, Growtopia, 8 Ball Pool, Candy Crush, Roblox, Clash of Clans, Lords Mobile: Battle of the Empires, dan Steam.

    Aplikasi video seperti TikTok juga diblokir oleh Kominfo saat menggunakan kuota internet gratis dari Kemendikbud-Ristek. Selain TikTok, aplikasi video lain yang tidak dapat diakses yaitu Netflix, Likee, Viu, TVUNetworks, Dailymotion, JWPlayer, dan QQVideo.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Ini Syarat dan Kriteria Penerima Subsidi Internet Gratis dari Kemendikbud-Ristek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.