ODGJ Jadi Sasaran Vaksinasi Massal di Surabaya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memeriksa pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 di Yayasan Jamrud biru di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 4 Agustus 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis memeriksa pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 di Yayasan Jamrud biru di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 4 Agustus 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Lingkungan Pondok Sosial Keputih, Jumat, 6 Agustus 2021. Vaksinasi massal tersebut menyasar kelompok Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas dan anak difabel.

    Eri berujar vaksinasi itu memang dikhususkan bagi ODGJ penghuni Pondok Sosial, masyarakat sekitar yang merupakan penyandang disabilitas dan difabel. Vaksin yang diberikan untuk ODGJ adalah Sinovac dosis pertama. Sedangkan bagi disabilitas dan anak difabel, menerima vaksin Sinopharm dosis pertama.

    Menurut Eri vaksinasi untuk ODGJ terus dilakukan. Sebab, belum semua ODGJ menerima vaksin dosis pertama maupun dosis kedua. Namun, pelaksanaan vaksin dosis kedua untuk ODGJ masih harus menunggu ketersediaan vaksin. “Belum semua tervaksin. Kita sambil menunggu vaksin, Sinovac dosis kedua sudah habis,” kata Eri dalam pernyataan tertulisnya.

    Ihwal difabel, Eri mengatakan bahwa Pemkot Surabaya berencana melaksanakan vaksinasi dengan cara menjemput bola. Yakni, dengan mendatangi langsung ke setiap Yayasan Pembinaan Anak Cacat atau YPAC. “Kami langsung ke sana saja. Kami akan bagi tim. Jadi biarkan mereka nyaman, pemerintah kota yang harus hadir,” ujar dia.

    Berdasarkan data Pemkot Surabaya, ada sekitar 700 anak difabel yang belum tervaksin. Sementara berdasarkan data dari YPAC, terdapat 4 ribu anak yang belum tervaksin. Eri pun akan berkoordinasi dengan pengurus YPAC untuk mengetahui berapa jumlah sebenarnya yang belum menerima vaksin.

    “Data kami 700, sementara dari YPAC 4 ribu. Tapi kan itu belum tentu semuanya belum divaksin. Jadi, kita minta data ke masing-masing YPAC untuk mendata berapa banyak anak difabel yang belum divaksin,” katanya.

    Herlina, pendamping ODGJ di Pondok Sosial Keputih mengaku tidak pernah mengalami kesulitan. Menurutnya, memang diperlukan cara-cara tertentu untuk membujuk orang dengan gangguan jiwa agar mau divaksin. “Kita memang harus sabar dan telaten. Kita mandiin, kita pakaikan baju, lalu pakai parfum. Kita juga ajak ngobrol mereka biar mereka merasa nyaman,” terang Herlina.

    Baca Juga: Kemensos Kirim 200 ODGJ dari Surabaya ke Sukabumi dan Pati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.