Moeldoko Tegaskan Jokowi Panglima Tertinggi Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tiba dalam penyerahan bantuan modal kerja di Istana Bogor, Rabu, 15 Juli 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    Presiden Jokowi (kanan) didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tiba dalam penyerahan bantuan modal kerja di Istana Bogor, Rabu, 15 Juli 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo adalah panglima tertinggi dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia mengatakan seluruh kebijakan dalam penanganan Covid-19 berdasarkan instruksi presiden.

    "Saya selalu katakan panglima tertinggi di dalam penanganan Covid adalah presiden. Pak Luhut, Pak Airlangga semuanya mendapat instruksi sangat clear di rapat kabinet oleh Presiden," kata Moeldoko usai meninjau Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Agustus 2021.

    Langkah Jokowi sebagai panglima, kata Moeldoko, terlihat dari berbagai langkah cepatnya dalam menindaklanjuti laporan dari lapangan. Ia mencontohkan terkait adanya masalah distribusi logistik bantuan dari luar yang tersendat. Jokowi langsung menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menurunkan Hercules untuk mempermudah distribusi.

    "Itu adalah pimpinan tertinggi dalam struktur penanganan Covid-19. Jadi tidak perlu lagi didiskusikan," kata Moeldoko.

    Hal ini diungkapkan Moeldoko setelah munculnya kritik di masyarakat yang meminta agar Jokowi memegang kendali langsung penanganan Pandemi Covid-19. Belakangan ini, sosok yang kerap disorot adalah Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto.

    Selain menegaskan bahwa seluruh perintah ada di bawah Jokowi langsung, Moeldoko pun meminta agar kritik yang disampaikan bisa lebih membangun.

    "Sekali lagi jangan lah membuat persoalan tidak penting di sini. Kritik silahkan tetapi marilah terlibat bersama-sama untuk penyelesaian covid ini," ujar Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.