Moeldoko Bilang BOR di Wisma Atlet Turun Jadi 25 Persen dari Sekitar 90 Persen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meninjau kondisi terkini penanganan pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat siang, 6 Agustus 2021.

    "Pada hari ini saya melakukan kunjungan ke Wisma Atlet untuk melihat dari dekat kondisi terakhir seperti apa. Saya tadi dapat laporan dari petugas di sini bahwa ada sebuah indikasi yang cukup menggembirakan," ujar Moeldoko dalam konferensi pers yang disaksikan secara virtual di Jakarta, Jumat, 6 Agustus 2021.

    Moeldoko menyampaikan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah turun menjadi 25 persen dari sebelumnya hampir 90 persen pada 30 Juni 2021.

    Menurutnya, Wisma Atlet bisa menjadi sebuah contoh bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bisa menurunkan angka BOR yang menjadi salah satu indikator penentuan PPKM.

    Ada pun secara nasional, kata Moeldoko, BOR mengalami penurunan 56,81 persen. BOR di Jawa-Bali sendiri turun menjadi 57,4 persen, sementara non-Jawa-Bali turun menjadi 56,6 persen.

    Sedangkan kasus harian, katanya, mengalami penurunan dari hari ke hari. Dua pekan lalu kasus harian nasional masih berada di atas 40.000 kasus per hari, namun pada Kamis kemarin turun menjadi 35.764 kasus.

    "Kasus harian di Pulau Jawa semakin menurun, tapi kita sekarang sedang siaga waspada penuh bahwa terjadi peningkatan di Bali dan Luar Jawa," jelasnya.

    "Ini sudah diwanti-wanti Presiden untuk semua mewaspadai. Situasi kondisi Covid-19 sangat dinamis. Kalau kita melihat seperti balon, tekan di sini muncul lagi di sana, nanti muncul lagi di sini, itulah situasinya. Kondisi sama juga terjadi di luar, tadinya sudah tenang tahu-tahu muncul serangan baru. Untuk itu pola musuh seperti ini harus dikenali dengan baik oleh kita semua," ujar Moedoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.