Syarief Hasan Dukung Latihan Bersama US Army dan TNI AD

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan

    Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan

    INFO NASIONAL-Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mendukung latihan bersama TNI Angkatan Darat dengan US Army pada 1-14 Agustus di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD di Martapura (Sumatera Selatan), Amborawang (Balikpapan), dan Makalisung (Manado). Sinergi ini penting untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kesepahaman menyikapi perkembangan geopolitik dan geostrategis global di Laut Cina Selatan.

    “Saya mendukung langkah TNI AD dan US Army yang melakukan latihan tempur bersama. Hal ini penting untuk membagi pengalaman, sinergi, serta kesepahaman bersama dalam upaya mewujudkan perdamaian global. Bagi Indonesia, hal ini sekaligus simbol militer Indonesia selalu siap siaga dalam menyikapi berbagai perkembangan global, terutama ketegangan di Laut Cina Selatan,” ujar Anggota Komisi Pertahanan DPR RI ini.

    Lebih lanjut politisi senior Partai Demokrat ini menegaskan ikut mewujudkan perdamaian dunia adalah amanat konstitusi. Oleh karenanya, segala bentuk upaya dan keikutsertaan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia adalah keniscayaan, terutama bagi TNI yang merupakan penjaga benteng republik. Dengan latihan gabungan ini diharapkan militer Indonesia semakin profesional, tangkas, dan menajamkan perannya dalam menyikapi berbagai situasi global yang terjadi.

    Situasi di Laut Cina Selatan yang semakin memanas memberikan atensi bagi banyak negara. Terbaru, pada Senin 2 Agustus Jerman mengirimkan kapal perangnya ke kawasan Laut Cina Selatan. Sebelumnya Inggris juga mengirimkan kapal perang terbesarnya ke kawasan ini, yakni Kapal Induk HMS Queen Elizabeth. Situasi ini semakin meningkatkan eskalasi militer di salah satu kawasan perairan paling strategis di dunia.

    Menurut Syarief, menyikapi situasi terkini di Laut Cina Selatan, latihan militer bersama adalah bentuk solidaritas global dan bukti kesiagaan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan yang terburuk pun. “Kita harus selalu siap sedia. Sebagaimana adagium klasik, si vis pacem, para bellum (jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang. Ini adalah konsekuensi logis jika memang kedaulatan negara terancam oleh klaim sepihak dan pemaksaan oleh negara lain,” katanya.

    Syarief juga menyatakan pada prinsipnya Indonesia menganut politik bebas dan aktif. Prinsip ini berimplikasi pada independensi dan hak menentukan nasib sendiri dalam menyikapi perkembangan dunia. Hak otoritatif yang tidak bisa diintervensi oleh negara lain. Latihan militer bersama ini perlu dipandang dalam kerangka solidaritas kolektif untuk menjaga kebebasan navigasi, penghargaan atas hukum internasional, dan menjaga perdamaian global.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.