Kemensos Kirim 3.000 Paket Pengganti Beras Bansos Berkutu di Bangkalan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mendistribusikan Bantuan Sosial Non-Tunai (BSNT) berupa beras di pemukiman warga kawasan Johar Baru, Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas mendistribusikan Bantuan Sosial Non-Tunai (BSNT) berupa beras di pemukiman warga kawasan Johar Baru, Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim 3.000 paket beras pengganti atas beras bansos yang ditemukan berkutu di Bangkalan, Jawa Timur.

    Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta mengatakan, temuan beras berkutu dilaporkan pada Rabu siang, 4 Agustus lalu. Penggantian dilakukan di hari yang sama oleh Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan berkoordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat.

    “Kami lakukan pendataan. Setelah lengkap kami langsung lakukan pengiriman. Beras yang lama langsung diangkut, bersamaan dengan penurunan beras pengganti. Ada dua truk, satu truk tanpa muatan dan satu truk membawa beras pengganti. Langsung diganti 3.000 paket," kata Wibagio Suharta lewat keterangan tertulis, Jumat, 6 Agustus 2021.

    Kasus bansos beras berkutu ditemukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Saat dilakukan pengecekan beras dengan kemasan "Bantuan Beras PPKM Darurat Kemensos RI" tersebut berwarna kuning dan berkutu. Sebanyak 3.000 paket beras telah digantikan dengan kualitas yang lebih baik. Beras pengganti tersebut akan segera disalurkan pada penerima bantuan.

    Penerima bantuan beras 5 kg adalah mereka yang tidak menerima atau di luar penerima tiga jenis bansos yang selama ini sudah berjalan, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

    Penerima bantuan beras adalah pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang tidak bisa optimal mencari nafkah karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Mereka di antaranya adalah pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas, buruh harian, karyawan kontrak, dan sebagainya, yang tidak bisa bekerja karena pembatasan aktifitas. Data penerima bantuan beras merupakan usulan dari pemerintah daerah.

    Untuk keperluan itu, Kemensos menyiapkan total 2.010 ton beras. Sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras (per paket seberat 5 kg) dan 6.000 paket (per paket seberat 5 kg) untuk enam ibu kota provinsi.

    DEWI NURITA

    Baca: Temuan di Bangkalan, Beras Bansos Menguning dan Berkutu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.