Kemdikbud Akan Kirim 22 Ribu Mahasiswa Bantu Pembelajaran SD dan SMP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim memberi sambutan dalam peluncuran Politeknik Tempo Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021. Kredit: Tempo

    Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim memberi sambutan dalam peluncuran Politeknik Tempo Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021. Kredit: Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 22 ribu mahasiswa yang lulus menjadi peserta Kampus Mengajar Angkatan 2 akan mengabdikan diri membantu proses pembelajaran di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang turut berkontribusi dalam program ini. “Ini luar biasa dan selamat atas keberhasilannya karena telah lulus seleksi. Ini bukan suatu seleksi yang mudah, karena ini juga bukan suatu aktivitas Kampus Merdeka yang mudah,” kata Nadiem dalam keterangannya, Kamis, 5 Agustus 2021.

    Tujuan Kampus Mengajar adalah untuk membantu pembelajaran bagi siswa, khususnya di daerah tertinggal agar tidak terjadi learning loss. Menurut Nadiem, masa pandemi ini banyak tantangan yang dihadapi terutama di daerah-daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) yang sebagian besar dari mereka mengalami kesulitan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Nantinya, 22.000 mahasiswa ini akan disebar ke 3.593 SD dan SMP di 491 kabupaten dan kota. "Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk membantu anak-anak yang akan menjadi tempat mengajar nantinya,” kata dia.

    Nadiem juga menyampaikan beberapa pesan kepada para mahasiswa. Pertama, agar para mahasiswa dapat memberikan yang terbaik bagi murid-murid di SD dan SMP, dengan program yang telah dibuat. Kedua, mendorong mahasiswa untuk tidak takut mengambil resiko dan berani mencoba hal-hal baru di dalam pekerjaan baik sekolah maupun di luar sekolah.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan bahwa para mahasiswa sangat antusias dengan adanya program ini. Ia berharap dengan adanya 22.000 mahasiswa ini diharapkan dapat memacu kreativitas siswa SD dan SMP.

    Reaksi dan kedekatan murid-murid menjadi indikator keberhasilan mahasiswa dalam mentransformasikan program Merdeka Belajar kepada pelajar SD dan SMP. “Kedekatan Anda dengan murid itu juga menjadi tolok ukur, apakah Anda punya dampak atau tidak,” kata Paris.

    Mahasiswa juga diharapkan dapat beradaptasi secara cepat dalam menghadapi rasa ketidaknyamanan karena budaya baru, bahasa baru, sosial ekonomi yang berbeda. Paris menuturkan, adaptasi atas ketidaknyamanan tersebut merupakan indikator bahwa para mahasiswa sedang belajar, bertumbuh, berevolusi sebagai orang dewasa muda.

    “Jangan takut dengan rasa ketidaknyamanan, rangkul rasa ketidaknyamanan itu, karena dari situlah kita akan tumbuh sebagai orang baik dari sisi karakter atau dari sisi kompetensi kita,” ujarnya.

    FRISKI RIANA

    Baca: Laptop Pelajar Kemendikbud, Founder IndoTelko Pertanyakan Penggunaan OS Chrome


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...