Kapolda Sumsel: Kegaduhan Ini Terjadi karena Kelemahan Saya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerahan hibah untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan oleh keluarga Alm Akidi Tio di Polda Sumsel, 26 Juli 2021. Instagram/Polda Sumsel

    Penyerahan hibah untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan oleh keluarga Alm Akidi Tio di Polda Sumsel, 26 Juli 2021. Instagram/Polda Sumsel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) Inspektur Jenderal Eko Indra Heri meminta maaf atas kasus sumbangan Rp 2 triliun oleh keluarga almarhum Akidi Tio.

    "Kegaduhan yang terjadi ini dikarenakan kelemahan saya. Ini terjadi karena ke tidak hati-hatian saya," ujar Eko pada Kamis, 5 Agustus 2021.

    Dia menyatakan minta maaf atas nama pribadi dan selaku Kapolda kepada seluruh masyarakat Indonesia, Kapolri, pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat, terutama Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem.

    Eko mengaku mengenal almarhum Akidi Tio dan anak sulung Akidi, Johan. Sementara Heryanty, anak bungsu Akidi, Eko mengaku tak terlalu mengenalnya.

    Eko bercerita, polemik bermula saat dirinya dihubungi oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nurainy dan dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan. Saat itu Eko diinformasikan keluarga almarhum Akidi akan memberikan bantuan bersifat pribadi kepada masyarakat Sumatera Selatan terkait penanganan Covid-19.

    "Saya tanyakan maksud dan tujuan, hanya untuk masyarakat Sumatera Selatan dalam menghadapi Covid-19," kata Eko.

    Belakangan, bantuan dari keluarga Akidi Tio itu tak ditepati hingga waktu yang dijanjikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.