Laptop Pelajar Kemendikbud, Founder IndoTelko Pertanyakan Penggunaan OS Chrome

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wartawan mencoba mengoperasikan laptop terbaru Google Chromebook Pixel, yang baru diluncurkan Kamis (21/2) di San Fransisco, AS. AP Photo/Jeff Chiu

    Sejumlah wartawan mencoba mengoperasikan laptop terbaru Google Chromebook Pixel, yang baru diluncurkan Kamis (21/2) di San Fransisco, AS. AP Photo/Jeff Chiu

    TEMPO.CO, Jakarta - Founder IndoTelko, Doni Ismanto Darwin, menilai spesifikasi laptop yang akan dibeli Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sudah sesuai bagi kebutuhan pelajar. “Kalau lihat spek dan pakai Chromebook memang mendukung,” kata Doni kepada Tempo, Selasa, 3 Agustus 2021.

    Doni menjelaskan, sistem operasi Chrome tidak membutuhkan storage dan RAM yang besar. Beda dengan Windows, untuk memasangnya (install) saja sudah butuh storage dan RAM besar, serta belum termasuk aplikasinya.

    Selain itu, sistem operasi Chrome juga hemat sumber daya. “Kalau dipasang OS Windows dengan spek hardware Permendikbud, enggak ngangkat tuh barang,” kata dia.

    Meski begitu, Doni mempertanyakan alasan pemerintah menggunakan Chromebook. Apalagi Chrome sangat tergantung dengan Google. Sadar atau tidak, kata Doni, itu makin membuat Indonesia tergantung dengan asing, ditambah devisa yang larinya keluar.

    Doni mengaku khawatir ketergantungan dengan Google ini akan dimonetisasi, dan datanya dikasih iklan oleh asing. Pasalnya, keterpaparan asing ini lebih rugi ketimbang bicara perangkat. “Ini yang harus dijelaskan tim Kemdikbud,” ujarnya.

    Menurut Doni, untuk meminimalisir monetisasi ini, pemerintah bisa mengoptimalkan cloud lokal. Misalnya, data mengenai mata pelajaran disimpan di cloud lokal. “Mau akses pakai Windows enggak masalah, Mac sekalipun. Kalau Chrome kan semua ke Google, browser Google, aplikasi Google,” kata dia.

    Tahun ini, Kemendikbudristek akan melakukan pengadaan laptop untuk pelajar senilai Rp 3,7 triliun. Spesifikasi minimal laptop untuk pelajar termuat dalam Lampiran X pada Permendikbud No 5 tahun 2021:

    * Memori = 4 GB DDR4
    * Monitor = 11 inch LED
    * Processor = Core 2, >1,1 GHz, Cache 1 M
    * Hard drive = 32 GB
    * USB Port = USB 3.0
    * Networking = WLAN Adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
    * Audio = Integrated
    * Daya = Maksimum 50 watt
    * Operating System = Chrome OS
    * Device management = Ready to activated Chrome Education upgrade
    * Garansi = 1 tahun

    FRISKI RIANA

    Baca juga: Kemendikbud - Google Gaet 6 Merek Laptop Produksi Massal Chromebook Lokal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.