2 Jenazah Mujahidin Indonesia Timur Teridentifikasi, Kerap Terlibat Pembunuhan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berpatroli di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). Serangan yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) itu menewaskan empat warga dan hingga kini aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala terus berupaya melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku. ANTARA FOTO/Rahman

    Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berpatroli di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). Serangan yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) itu menewaskan empat warga dan hingga kini aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala terus berupaya melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku. ANTARA FOTO/Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua jenazah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertembak pada 11 Juli telah teridentifikasi. Mereka adalah Qatar alias Farel alias Anas dan Rukli

    "Jadi berdasarkan proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI dan Inafis, disimpulkan kalau kedua jenazah tersebut adalah Qatar dan Rukli," ujar Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso melalui keterangan tertulis pada Kamis, 5 Agustus 2021.

    Abdul Rakhman mengatakan, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, Qatar merupakan salah satu pelaku yang terlibat dalam serangkaian aksi pembunuhan di sejumlah desa di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso.

    Saat ini, Satuan Tugas Madago Raya masih terus mengejar sisa enam buron yang diperkirakan masih bersembunyi di perbatasan Kabupaten Poso dengan Parigi Moutong. Namun keenam orang tersebut diperkirakan sudah terpecah dua kelompok.

    Abdul Rakhman pun kembali mengingatkan kepada enam buron teroris tersebut agar segera menyerahkan diri. "Untuk diproses sesuai dengan ketentuan perundangan dan masih ada waktu untuk bertaubat serta bertemu kembali dengan keluarganya," kata dia.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Satgas Gandeng Tokoh Agama untuk Cegah Warga Bantu Kelompok Teroris MIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.