Periksa Anak Akidi Tio Soal Hibah Rp 2 T, Mabes Polri: Guna Cari Tahu Motifnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan Polda Sumatera Selatan telah meminta keterangan lima orang yakni anak Akidi Tio, Heryanty dan keluarganya serta dokter pribadi keluarga dr Hardi Darmawan perihal sumbangan Rp 2 triliun yang rencananya untuk penanganan Covid-19 di Palembang. Penyidik Polda Sumatera Selatan, kata dia, melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut untuk mencari tahu motif dan maksud dari pemberi donasi.

    "Penyidik sedang bekerja sudah meminta keterangan kepada lima orang sementara ini, yaitu yang bersangkutan Heriyanti, Pak Hardi Darmawan dengan teman-teman, saudara yang lain yang mengetahui kasus ini," ujar Argo dalam konferensi pers, Rabu 4 Agustus 2021.

    Tak hanya mereka yang berkaitan langsung dengan sumbangan ini yang diperiksa, Polda juga akan menghadirkan saksi ahli. Hal ini untuk memperjelas polemik soal sumbangan itu. "Ada juga ahli kami mintai keterangan di sana," ucap Argo.

    Mabes Polri juga berencana memeriksa Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Eko Indra Heri perihal sumbangan tersebut. "Ya tentunya ingin melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana, dan itu adalah ranah daripada klarifikasi internal," ujar Argo.

    Argo pun meminta masyarakat untuk menunggu pemeriksaan internal Mabes Polri selesai. Ia berjanji akan mengumumkan hasilnya kepada publik. "Tunggu saja hasil kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan internal," kata Argo.

    Baca: Anak Akidi Tio Sempat Alami Sesak, RS Bhayangkara Pastikan Kondisinya Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.