Demokrat Kritik Cat Pesawat Kepresidenan, Arteria Dahlan: Post Power Syndrome

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajah baru pesawat kepresidenan Republik Indonesia membuat heboh publik. Pesawat yang kini berkelir merah-putih itu dibangun dari Boeing 737-800 BJJ-2. Pesawat ini memiliki dua mesin berjenis turbofan CFM56-7, dengan kecepatan jelajah maksimum hingga 0,785 Mach atau setara 969,3 km/jam. Instagram/adhimas_aviation

    Wajah baru pesawat kepresidenan Republik Indonesia membuat heboh publik. Pesawat yang kini berkelir merah-putih itu dibangun dari Boeing 737-800 BJJ-2. Pesawat ini memiliki dua mesin berjenis turbofan CFM56-7, dengan kecepatan jelajah maksimum hingga 0,785 Mach atau setara 969,3 km/jam. Instagram/adhimas_aviation

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengatakan tak ada yang salah dari mengecat pesawat kepresidenan dengan warna merah putih. "Itu menyesuaikan warna bendera Indonesia," kata Arteria, Rabu, 4 Agustus 2021.

    Ia mengatakan justru pesawat berwarna biru putih di era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang harus dipersoalkan. Padahal, kata dia, sejak dulu memungkinkan saja memesan warna merah putih. 

    "Jangan sampai publik terbawa permainan politik pihak-pihak yang merasakan 'post colour syndrome' yang merupakan pelesetan dari post power syndrome," kata Arteria Dahlan.

    Anggota Komisi Hukum DPR ini lantas merujuk penjelasan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ihwal pengecatan pesawat kepresidenan menjadi merah putih. Pekerjaan itu, kata dia, sudah direncanakan sejak 2019 dan satu paket dengan pengecatan heli kepresidenan Super Puma yang lebih dulu dilakukan.

    Jika menyangkut anggaran, kata Arteria, sudah ada prosedur administrasi hukum yang telah dilalui dan bahkan disetujui oleh Partai Demokrat. Ia mengatakan anggaran pengerjaan itu telah dibahas DPR dan disepakati pada 2019.

    "Aneh saja kalau sekarang ada anggota DPR atau parpol di DPR yang mengkritiknya. Lah dulu saat dibahas, kenapa tak ditolak, bahkan mereka tidak ada mempermasalahkan sedikit pun kala itu?" ucapnya.

    Partai Demokrat sebelumnya mengkritik pengecatan pesawat kepresidenan dari biru menjadi merah putih. Juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menilai pemerintah tak memiliki prioritas sehingga melakukan proyek cat ulang yang memakan biaya hingga Rp 2 miliar tersebut.

    Baca juga: Ini Sejarah Pembelian Pesawat Kepresidenan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.