Megawati Ungkap Alasan Kerap Bicara Soal Bencana dan Mitigasi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia ke-5 Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri saat mengikuti Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar  di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021. Megawati menerima gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Presiden Indonesia ke-5 Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri saat mengikuti Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021. Megawati menerima gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menuturkan dirinya sudah seperti menjadi konsultan masalah bencana di Indonesia. Ia mengaku selama ini gencar mengingatkan ihwal potensi bencana di Indonesia dan bagaimana mitigasinya.

    "Saya ini orang yang seneng guyon sama diri sendiri. Jadi saya bilang sama diri saya sendiri, lama-lama kok kayak jadi konsultan ya. Konsultan yang namanya bencana," kata Megawati dalam acara peluncuran Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi DPP PDIP, Rabu, 4 Agustus 2021.

    Megawati mengatakan hal itu pernah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Jokowi, ujarnya, tertawa setiap kali dia menyampaikan hal tersebut.

    "Beliau kalau saya udah begitu, pasti kepingkel-pingkel. "Ibu ini ada saja". Lho bener lho Pak," kata Megawati bercerita.

    Megawati mengatakan Presiden Jokowi belakangan ini kerap menyampaikan ihwal tatanan kehidupan baru alias new normal karena pandemi Covid-19. Menurut dia, new normal juga menyangkut adaptasi dalam menghadapi potensi bencana-bencana lain yang terjadi di Indonesia.

    Presiden Indonesia kelima ini menuturkan gencar berbicara ihwal mitigasi bencana kendati sudah bukan merupakan pemimpin dan penanggung jawab di republik ini. Menurut Megawati, ini merupakan tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia.

    "Makanya saya bilang kok lama-lama saya kayak jadi konsultan. Saya guyon sama Pak Hasto (Sekjen PDIP), aku ki kok jadi konsultan, tapi enggak dibayar. Hanya untuk apa, menggembirakan diri sendiri. Karena apa, ini kewajiban saya sebagai warga bangsa Indonesia. Saya enggak mau negaraku kelelep," kata Megawati.

    Baca juga: Joe Biden Sebut Jakarta akan Tenggelam, Megawati Minta Jokowi Cari Solusi

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.