Panjat Pinang Langganan Setiap 17 Agustus, Permainan Sejak Kolonial Belanda

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang peserta lomba panjat pinang   di kawasan Jalan Haka, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Ahad, 16 Agustus 2020. Lomba tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA/Makna Zaezar

    Ekspresi seorang peserta lomba panjat pinang di kawasan Jalan Haka, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Ahad, 16 Agustus 2020. Lomba tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA/Makna Zaezar

    TEMPO.CO, Jakarta - Panjat pinang merupakan salah satu permainan khas Indonesia yang sering diadakan pada saat merayakan hari kemerdekaan, yaitu pada 17 Agustus.

    Kegiatan panjat pinang ini pernah mendapatkan rekor MURI pada 2018 karena pelaksanaan panjat pinang yang terpanjang, dengan jumlah pohon pinang sebanyak 72 batang, yang terbagi atas 52 batang di lokasi Sport Centre dan 20 batang di lokasi pantai Tapak Paderi, Bengkulu.

    Pohon pinang yang tinggi batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia penyelenggara. Di bagian atas pohon pinang tersebut, telah digantung beragam hadiah menarik seperti sepeda, kipas angin, sandal jepit, hingga beberapa perabotan rumah lainnya. Para peserta berlomba sebagai mendapat hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon pinang.

    Karena batang pohon pinang yang telah diberi pelumas itu licin, para pemanjat batang pohon seringkali jatuh. Kerja sama para peserta sebagai pemanjat batang pohon inilah yang kebanyakan berhasil mengatasi licinnya batang pohon serta menjadi atraksi menarik bagi para penonton. Hadiah tersebut dibagikan untuk para peserta masing masing.

    Di balik permainannya yang unik dan menantang, ternyata panjat pinang memiliki sejarahnya hingga dapat dilestarikan sampai saat ini. Berikut sejarah panjat pinang dilansir dari P2k.itbu.ac.id:

    Panjat pinang berasal dari masa penjajahan Belanda dahulu. lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda bila sedang menyelenggarakan acara seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain. Panjat pinang pada saat itu diikuti oleh orang-orang pribumi untuk memperebutkan hadiah.

    Hadiah yang disediakan kebanyakan bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja, karena dikalangan pribumi barang-barang seperti ini termasuk mewah. Sementara orang pribumi bersusah payah memperebutkan hadiah, orang-orang Belanda menonton sambil tertawa. Cara permainan panjat pinang yang sekarang masih sama seperti dulu.

    Permainan yang kerap digelar menjelang 17 Agustus ini masih bertahan hingga sekarang. Masih saja ada kontroversi antara pihak yang tidak mempermasalahkan sejarah permainan ini, tapi hadir juga yang tidak setuju dengan adanya tradisi ini. Banyak yang tidak setuju dengan adanya tradisi panjat pinang karena berpendapat bahwa sejarahnya begitu kelam dan tidak perlu dilestarikan. Apapun kontroversi yang hadir panjat pinang selalu menjadi tradisi yang khas di negara Indonesia.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Jenis Lomba Langganan 17 Agustus, Sayang Tak Bisa Dimainkan Saat HUT RI Ke-76


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.