Pesawat Kepresidenan Ganti Cat, Kasetpres Sebut Sudah Direncanakan Sejak 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo tiba dengan pesawat Kepresidenan di Kalimantan Tengah, Kamis, 8 Oktober 2020. Dalam kunjungan ini, Presidan meninjau lumbung pangan dan membagikan Bantuan Presiden Produktif di wilayah itu. ANTARA/HO-Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo tiba dengan pesawat Kepresidenan di Kalimantan Tengah, Kamis, 8 Oktober 2020. Dalam kunjungan ini, Presidan meninjau lumbung pangan dan membagikan Bantuan Presiden Produktif di wilayah itu. ANTARA/HO-Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono membenarkan bahwa Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 telah dicat ulang. Semula pesawat jenis Boeing 737-8U3 (BBJ2) itu berwarna biru langit bercampur putih, kini berwarna merah- putih.

    "Pengecatan Pesawat BBJ2 sudah direncanakan sejak tahun 2019, terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020. Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ," ujar Heru kepada wartawan istana, Selasa, 3 Agustus 2021.

    Namun, Heru menyebut, pengecatan ulang BBJ2 baru bisa dilakukan tahun ini karena menyesuaikan interval waktu perawatan rutin yang sudah ditetapkan.

    "Perawatan rutin Pesawat BBJ 2 jatuh pada tahun 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik, maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa Merah Putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya," tuturnya.

    Pemerhati penerbangan Alvin Lie memperkirakan biaya cat ulang pesawat dengan jenis Boeing 737-800 antara US$100.000 hingga US$150.000 atau setara dengan Rp1,4 miliar hingga Rp2,1 miliar.

    Ia mengkritik anggaran sebesar tersebut dikeluarkan saat pandemi Covid-19. "Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pswt Kepresidenan," tulis Alvin dalam akun @alvinlie21.

    Merespon kritikan tersebut, Heru menjelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan pesawat kepresidenan sudah dialokasikan dalam APBN.

    "Dapat pula kami tambahkan, bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri, sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri, yang terdampak pandemi," tutur Heru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.