Tersangka Positif Covid, Polri Tunda Pelimpahan Tahap II Kasus Unlawful Killing

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri belum melimpahkan tahap II tersangka beserta barang bukti perkara unlawful killing atau dugaan penembakan anggota Laskar FPI di KM 50 karena salah satu tersangka terkonfirmasi positif COVID-19. "Belum (pelimpahan) karena salah satu tersangka kena COVID-19," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jendera. Argo Yuwono, Senin 2 Agustus 2021.

    Argo menyebutkan pelimpahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum atau tahap II akan dilakukan setelah hasil tes tersangka negatif.

    "Untuk pelimpahan tahap II menunggu salah satu tersangka negatif," kata Argo.

    Tiga anggota Polda Metro Jaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus unlawful killing. Satu tersangka EPZ dinyatakan meninggal dunia saat perkara dalam penyidikan sehingga berkas perkaranya dihentikan sesuai Pasal 109 KUHAP. Perkara ini menyisakan dua orang tersangka, yakni FR dan MYO.

    Sebelumnya, Polri beralasan belum menyerahkan pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kepada jaksa penuntut umum karena masih mengkoordinasikan tempat sidang. Koordinasi yang dimaksud, terkait tempat sidangnya apakah di Jawa Barat atau Jakarta, mengingat banyak saksi berada di Jakarta.

    Berdasarkan hasil koordinasi, kata Argo, tempat sidang diputuskan di Jakarta. "Ya di Jakarta," kata Argo.

    Baca: Amien Rais: Secara Kelembagaan TNI dan Polri Tak Terlibat Penembakan Laskar FPI


     

     

    Lihat Juga