Menkes Budi Gunadi Sebut 13 Hari PPKM Bisa Turunkan Kasus Covid

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengunjungi ruang IGD Covid-19 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kunjungan ini untuk menyemangati tenaga kesehatan atau nakes yang tengah bertugas. Kemenkes

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengunjungi ruang IGD Covid-19 di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kunjungan ini untuk menyemangati tenaga kesehatan atau nakes yang tengah bertugas. Kemenkes

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 13 hari pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Jawa Bali mampu menurunkan kasus Covid-19. 

    “Sejak PPKM darurat dimulai dalam 13 hari, Alhamdulillah kita sudah kena di puncak dan kita sudah mulai melihat laju penurunannya,” kata Budi Gunadi dalam konferensi pers, Senin, 2 Agustus 2021.

    Budi mengatakan deteksi atau testing lacak sangat penting dilakukan agar memudahkan untuk mengetahui siapa yang terkena Covid-19. Ia mengatakan jika testing rendah maka akan terlambat mengetahui siapa yang terkena sehingga kematiannya tinggi. 

    Selain itu, target untuk positivity rate-nya pada kabupaten kota di Jawa juga sudah mencapai di bawah 5 sesuai dengan aturan WHO. Ia mengatakan tes juga sudah dilakukan 1 per seribu dalam seminggu, apabila jumlahnya lebih tinggi akan ditingkatkan.

    "Kalau di atas 25 persen lebih, beberapa kabupaten kota seperti itu, positivity rate-nya kita testingnya itu harus lebih banyak lagi, ini targetnya sudah masuk di instruksi Mendagri,” katanya

    Budi berharap testing harus lebih banyak selama PPKM Level 4. Sehingga, kata dia, lebih cepat tahu orang yang sakit agar segera ditangani dengan cara karantina.

    MEGA SAVITRI

    Baca juga: Hari Terakhir PPKM 2 Agustus, Kasus Covid Turun Drastis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.