BPIP Minta Dukungan Sinergitas Pembinaan Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL – Globalisasi memberi tantangan besar pada Pancasila. Meningkatnya rivalitas dan kompetisi patut diwaspadai. Demikian pandangan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi dalam Rapat Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2022 terkait Pembinaan Ideologi Pancasila Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Senin, 2 Agustus 2021.

    Ia mengatakan, tantangan kekinian Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) sudah gamblang disampaikan Presiden Jokowi saat pidato Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu.  "Walaupun telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia berdiri, tantangan yang dihadapi Pancasila tidak semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antara pandangan, nilai-nilai, dan  ideologi. Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi," ujar Yudian. 

    Salah satu tantangan digital saat ini, kata dia menjelaskan, adalah berkembangnya infodemi, yakni  fenomena ketersebaran informasi berlebihan termasuk hoaks dan informasi misleading di kala pandemi Covid-19. Ada pula ancaman kerawanan sosial berupa konflik yang dipicu berbagai perbedaan. "Ini tantangan menjadi mediator di tengah tingginya konflik antar warga," ucap pria asli Banjarmasin ini sambil memberi contoh kasus ASN terpapar radikalisme dan mendesaknya Pendidikan Ideologi Pancasila di bangku sekolah.

    Oleh karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk membangun awareness merupakan faktor penting. Ia lantas merinci bentuk sinergitas Pusat dan Daerah terkait PIP. Antara lain penyelenggaraan diklat bagi ASN, penguatan moderasi beragama dan kelembagaan. "Karena tidak ada Satuan Kerja Daerah, BPIP butuh dukungan kolaborasi melalui jejaring Pancamandala. Komunitas, akademisi, birokrat, NGO, dan swasta," ujar Yudian.

    Melalui kolaborasi, PIP dalapt dikawal sesuai  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. "Proses PIP sangat urgent untuk mendukung pembangunan dan perdamaian berbalut keberagaman. Dalam dokumen RPJMN, BPIP bertanggung jawab menyukseskan program dan kegiatan prioritas sesuai visi misi Presiden,"  kata dia.

    Rapat Sinkronisasi ini diselenggarakan secara daring, dan turut dihadiri oleh Sestama BPIP Karjono, Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina, putri almarhum Gus Dur Allisa Wahid, serta perwakilan Gubernur, Bupati/Wali Kota seluruh Indonesia dan Pemerintah Pusat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.