Jenis Lomba Langganan 17 Agustus, Sayang Tak Bisa Dimainkan Saat HUT RI ke-76

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta mengibarkan bendera Merah Putih saat mengikuti lomba panjat pinang di Ancol, Jakarta Utara, 18 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Seorang peserta mengibarkan bendera Merah Putih saat mengikuti lomba panjat pinang di Ancol, Jakarta Utara, 18 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperingati HUT RI ke-76 yang sebentar lagi pada 17 Agustus  dirayakan segenang rakyat negeri ini. Tahun-tahun sebelumnya tentunya masyarakat akan berbondong-bondong menyambut dan merayakannya dengan berbagai jenis perlombaan yang diadakan untuk anak-anak atau orang dewasa, mulai tingkat RT sampai kampung.

    Selain untuk meningkatkan kecintaan terhadap bangsa, lomba 17 Agustus juga dapat meningkatkan kekompakan dan sebagai ajang silaturahmi baik bagi peserta lomba maupun warga sekitar. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ada berbagai keterbatasan dalam merayakannya.

    Berikut ini beberapa jenis perlombaan yang biasa dilakukan untuk menyambut HUT RI di berbagai daerah, di antaranya:

    1. Lomba panjat pinang
    Mungkin kita tidak asing lagi dengan lomba satu ini. Ya kenapa tidak lomba panjat pinang merupakan perlombaan wajib yang diselenggarakan hampir diseluruh daerah di Indonesia untuk menyambut 17 Agustus setiap tahunnya.

    Jenis lomba ini merupakan lomba yang sangat seru sekaligus menguras banyak tenaga. Kenapa tidak setiap kelompok akan berusaha sekuat mungkin untuk memanjat pohon pinang yang telah dilumuri oleh minyak oli yang sangat licin agar sampai ke ujung untuk mengambil hadiah yang telah tergantung.

    Selain untuk kesenangan, lomba panjat pinang juga memiliki makna bahwa kemenangan dan kemerdekaan itu memerlukan perjuangan yang panjang, energi serta strategi yang baik untuk mencapainya.

    2. Balap karung
    Balap karung merupakan jenis lomba yang diselenggarakan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 1945.
    Lomba balap karung biasanya dilakukan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan bersifat individu. Balap karung dilakukan dengan menggunakan media karung goni untuk berlari secepat mungkin dari garis start yang telah ditentukan agar sampai ke garis finis dan menjadi pemenang.

    3. Tarik tambang.
    Tarik tambang merupakan lomba yang tidak dapat dipisahkan dari kemeriahan 17 Agustus dan bersifat kelompok. Pada lomba ini, bertujuan untuk menguji kekuatan dengan menarik tali tambang dimana setiap sesi permainan akan dimainkan dengan dua kelompok yang berdiri pada kedua sisi tali.

    Kemudian setelah mendengar aba-aba dari sang wasit kemudian kedua kelompok tersebut akan saling tarik-menarik tali hingga melewati batas yang menyatakan bahwa salah satu kelompok menjadi pemenangnya.

    4. Makan kerupuk
    Lomba makan kerupuk merupakan lomba yang tidak kalah asik dibanding dengan lomba-lomba sebelumnya. Lomba makan kerupuk dilakukan dengan mengikat kerupuk pada bagian tali yang tingginya disesuaikan dengan mulut peserta lomba. Setelah itu, peserta lomba akan berbaris sejajar dengan kerupuk yang akan dilahapnya dengan habis dengan tangan yang tidak boleh menyentuh kerupuk tersebut dan yang pertama kali habis maka ia menjadi pemenangnya.

    Meski terlihat mudah, namun sejatinya lomba ini juga termasuk sulit sebab dengan mulut yang menghadap keatas dan tangan dibelakang maka makan akan lebih susah.

    5. Memasukkan paku kedalam botol
    Lomba memasukkan paku kedalam botol menjadi lomba yang sangat identik bagi anak-anak pada perayaan kemerdekaan.

    Dalam lomba peringatan 17 Agustus , biasanya para peserta akan berusaha untuk memasukkan paku ke dalam botol dengan posisi paku yang diikatkan dengan tali kemudian digantungkan pada bagain belakang celana. Setelah paku berhasil dimasukkan peserta harus berlari membawa botol tersebut tanpa menyentuhnya untuk menuju garis finis yang telah ditentukan. Sayang, beberapa keriaan perlombaan ini tidak bisa dilakukan pada HUT RI ke-76 tahun ini.

    SABAR ALIANSYAH PANJAITAN

    Baca: HUT RI Ke-76, Filosofi Logo dan Tema Besar Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.