Kemenkes Ungkap Alasan Vaksinasi Covid-19 Masih Belum Maksimal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada santri di Pesantren Ummul Quro, Tangerang Selatan, Banten, Ahad, 1 Agustus 2021. Badan Intelijen Negara (BIN) bersama dengan Kantor Kemenag Tangerang Selatan melakukan Vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 500 santri di Pesantren Ummul Quro. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga Kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada santri di Pesantren Ummul Quro, Tangerang Selatan, Banten, Ahad, 1 Agustus 2021. Badan Intelijen Negara (BIN) bersama dengan Kantor Kemenag Tangerang Selatan melakukan Vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 500 santri di Pesantren Ummul Quro. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan masih ada sejumlah kendala yang membuat vaksinasi Covid-19 di Indonesia belum berjalan maksimal. Meski begitu, ia menjamin stok vaksin Covid-19 yang dimiliki pemerintah Indonesia sudah mencukupi.

    "Jumlah vaksin yang tersedia dan dibutuhkan sebanyak 426 juta dosis, dikirimkan dari produsen secara bertahap sampai dengan Desember 2021," kata Nadia saat dihubungi Tempo, Ahad, 1 Agustus 2021.

    Nadia mengatakan hambatan yang ditemui Kemenkes dalam proses vaksinasi, salah satunya adalah adanya perubahan sejak 1 Juli, yang membuat semua warga di atas usia 12 tahun akan mendapat vaksinasi. Karena tak semua orang dapat divaksin dalam waktu yang bersamaan, Nadia mengatakan prosesnya menjadi tersendat.

    Selain itu, ia juga menyebut adanya keterbatasan jumlah produksi Vaksin Sinovac yang dibuat oleh Bio Farma, yang dalam 1 mg kurang dari 3 juta. Hal ini ikut menjadi kendala.

    Pemerintah sendiri per Agustus ini telah menargetkan 2 juta dosis vaksin per harinya. Untuk mencapai tujuan itu, ia mengatakan Indonesia akan terus kedatangan vaksin-vaksin dari berbagai sumber.

    "Jumlah vaksin yang akan kita terima di Agustus 45 juta dosis dan terus meningkat hingga Oktober sampai Desember 70-80 juta dosis," kata Siti.

    Ia juga dalam proses vaksinasinya, pemerintah akan melibatkan berbagai pihak mulai dari TNI/Polri, swasta, ormas, tokoh keagamaan, hingga akademisi. Dengan adanya hal ini, Kemenkes berharap sentra vaksinasi Covid-19 termasuk pos vaksin Covid-19 keliling akan semakin banyak. "Saat ini jumlah vaksinatornya sendiri sudah mencapai 155 ribu," kata Nadia.

    Baca juga: Vaksin Jadi Moderna dan AstraZeneca Tiba, Muhadjir Yakin Stok Vaksin Aman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.