PPKM Level 4 Akan Berakhir, Ini Penjelasan Ahli Soal Data Covid-19 Terbaru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga di Pos Penyekatan PPKM Level 4 Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas berjaga di Pos Penyekatan PPKM Level 4 Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 akan berakhir pada hari ini atau Senin, 2 Agustus 2021. Hingga kini pemerintah belum memutuskan apakah kebijakan PPKM itu akan berlanjut atau tidak.  

    Ahli Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan data epidemiologi pada 3 Juli 2021 menjadi patokan dalam menilai kasus Covid-19 sudah membaik atau belum.

    Tjandra menjelaskan sedikitnya ada empat data epidemiologi yang dilaporkan setiap hari, yaitu jumlah kasus baru, jumlah tes yang dilakukan, angka kepositifan, dan jumlah yang meninggal.

    "Untuk menilai apakah memang angka-angka itu sudah membaik atau belum maka kita dapat menganalisanya dengan membandingkannya dengan data tanggal 3 Juli 2021 ketika PPKM darurat dimulai," kata Tjandra dalam keterangannya, Senin, 2 Agustus 2021.

    Tjandra menekankan bahwa angka 3 Juli bukanlah angka yang akan dicapai sesudah PPKM dilakukan hingga kini. Angka 3 Juli justru angka yang tinggi, sehingga pada waktu itu diputuskan keadaan PPKM darurat. "Jadi kalau angka hari-hari ini masih sama dengan angka 3 Juli (apalagi kalau lebih tinggi) maka artinya keadaan belumlah teratasi baik," ujarnya.

    Berdasarkan analisa data epidemiologi atau penularan masyarakat, pada 3 Juli 2021 ada 27.913 kasus baru. Sedangkan pada 1 Agustus, angkanya naik menjadi 30.738. Guru Besar FKUI ini mengingatkan kembali bahwa pemerintah menargetkan angka kasus baru dapat turun di bawah 10 ribu per hari sesudah PPKM.

    Pada 3 Juli 2021, angka kepositifan totalnya adalah 25,2 persen, dan kalau berdasarkan PCR/TCM adalah 36,7 persen. Sementara pada 1 Agustus, angka kepositifan naik dan totalnya adalah 27,3 persen, dan kalau berdasar PCR/TCM adalah 52,8 persen. WHO mengambil angka kepositifan dibawah 5 persen untuk menyatakan situasi sudah terkendali, sedangkan angka Indonesia masih 5 kali lebih besar dari patokan aman 5 persen itu.

    Sebagai ilustrasi, Tjandra menjelaskan angka kepositifan India di akhir Juli ini adalah hanya 2,4 persen atau turun 10 kali lipat dari angka sekitar 22 persen pada Mei 2021 di mana kasus di India sedang amat tinggi, dan menjadi berita utama dunia. "Mudah-mudah dengan program yang baik maka angka kepositifan kita juga bisa turun 10 kali juga sehingga kasus di masyarakat juga akan turun dengan bermakna," katanya.

    Pada 3 Juli 2021, jumlah tes adalah 110.983 orang dan 157.227 spesimen. Sedangkan per 1 Agustus, angkanya memang naik menjadi 112.700 orang. Tetapi, pemerintah pernah menargetkan pemeriksaan 400 ribu sehari yang jelas masih jauh dari tercapai.

    Pada 3 Juli 2021, kematian akibat Covid-19 tercatat ada 491 warga. Sedangkan per 1 Agustus angkanya naik menjadi 1.604 yang wafat. Jadi naik lebih tiga kali lipat. Menurut Tjandra Yoga Aditama, jumlah kematian harus ditekan, dan ini harus jadi prioritas utama.

    Menurut rencana, pemerintah akan mengumumkan nasib PPKM Level 4 pada hari ini, Senin, 2 Agustus 2021. Regulasi untuk mengendalikan pandemi Covid-19 itu memang berakhir masanya pada 2 Agustus, sejak diperpanjang 26 Juli 2021.

    "Rencananya demikian. Pagi ini masih akan ada pembahasannya di rapat kabinet," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, saat dikonfirmasi ihwal PPKM Level 4.

    Baca juga: PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Apa Pertimbangan Lanjut atau Setop?

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.