Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Baru Mencapai 24,49 Persen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada salah satu cosplayer di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021. Kementerian Kesehatan mencatat per 31 Juli 2021 jumlah warga yang telah menerima vaksin COVID-19 untuk dosis pertama mencapai 47.226.514 dan dosis kedua mencapai 20.534.823 dari total sararan vaksinasi sebesar 208.265.720. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada salah satu cosplayer di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021. Kementerian Kesehatan mencatat per 31 Juli 2021 jumlah warga yang telah menerima vaksin COVID-19 untuk dosis pertama mencapai 47.226.514 dan dosis kedua mencapai 20.534.823 dari total sararan vaksinasi sebesar 208.265.720. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan total vaksinasi Covid-19 yang sudah dilakukan di Indonesia baru mencapai 24,49 persen, pada Ahad, 1 Agustus 2021. Ia mengharapkan kedatangan bantuan vaksin dari sejumlah negara sahabat dapat mempercepat progres vaksinasi di Indonesia.

    "Indonesia telah menyuntikan lebih dari 67 juta dosis vaksin Covid-19, tepatnya 67.761.337 dosis atau sekitar 24,49 persen dari total populasi Indonesia," kata Retno dalam konferensi pers daring penerimaan Vaksin Moderna dari Amerika Serikat, Ahad, 1 Agustus 2021.

    Pemerintah menargetkan vaksinasi bisa dilakukan pada 181,5 juta orang. Untuk mencapai target ini, pemerintah terus menggenjot vaksinasi harian, termasuk dengan menargetkan 2 juta dosis per hari mulai Agustus ini.

    Sepanjang Juli, Indonesia juga telah kedatangan banyak vaksin. Mulai dari AstraZeneca dari Inggris hingga Moderna dari Amerika Serikat. Menlu Retno mengatakan dukungan negara sahabat tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah vaksinasi di Tanah Air.

    "Dengan terus berdatangannya vaksin dari berbagai sumber ke Indonesia, kita dapat mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat Indonesia yang diharapkan dapat menekan penyebaran virus dan menekan angka hospitalisasi dan kematian," kata Retno.

    Ia mengatakan wilayah Asia Tenggara memang terhitung belum terlalu tinggi. Berbeda dengan negara-negara di Eropa dan Amerika Utara, yang angka vaksinasinya sudah tinggi. Kesenjangan vaksinasi ini juga yang menurut Retno menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Jumlah dosis yang disuntikan berbanding dengan populasi. Di kawasan Eropa adalah sebesar 84,9 persen, di Amerika Utara 82,5 persen, Afrika baru 4,6 persen, dan ASEAN mencapai 21,7 persen," kata Menlu Retno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.